Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Presiden Prabowo Berikan Dukungan Penanganan Karhutla Di Provinsi Lampung, Dua Helikopter Water Bombing Dikerahkan untuk Percepat Pemadaman

Sigerindo Bandar Lampung -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan dukungan untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Lampung, khususnya di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur

Dukungan tersebut disampaikan Presiden saat memantau langsung perkembangan penanganan karhutla melalui konferensi video dari Posko Utama Satuan Tugas Karhutla Provinsi Sumatera Selatan di Kota Palembang, Senin 24/8/26)

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung mengikuti konferensi video tersebut secara daring dan menyampaikan laporan kondisi terkini di lapangan.

Atas arahan Presiden dan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB),dua unit helikopter water bombing dikerahkan untuk mempercepat pemadaman karhutla di Lampung. Satu helikopter digeser dari Palembang dan satu lainnya dari Jawa Timur

Selain dukungan pemadaman dari udara, pemerintah pusat juga memberikan tambahan 20 unit pompa air beserta selang air sepanjang 3 kilometer untuk menjangkau lokasi yang jauh dari kanal atau sumber air. Dukungan lainnya berupa flexible tank, drone penyemprot dengan kapasitas 16 liter, 30 liter, hingga 100 liter, serta pengerahan Tim Alfa TNI untuk membantu penanganan dari darat

Presiden Prabowo menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi karhutla di Lampung dan meminta jajaran di lapangan bergerak cepat agar titik kebakaran segera dipadamkan

“Kalau bisa saya minta 100 hektare itu segera dipadamkan ya,” ujar Presiden

Berdasarkan laporan yang disampaikan kepada Presiden, terdapat 79 titik hotspot di Provinsi Lampung dengan total lahan yang masih terbakar sekitar 100,74 hektare. Penanganan saat ini terkonsentrasi di kawasan TNWK, khususnya area alang-alang yang rentan terbakar dalam kondisi cuaca panas

Kebakaran di kawasan TNWK pertama kali terdeteksi pada Jumat (21/8/2026). Titik api pertama berhasil dipadamkan pada Sabtu malam (22/8/2026). Namun, pada Minggu (23/8/2026) kembali muncul titik api baru yang berjarak sekitar dua kilometer dari lokasi kebakaran sebelumnya.

Hingga Senin (24/8/2026), kondisi kebakaran telah berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas masih melakukan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan karena api dapat bertahan di bawah lapisan alang-alang kering dan kembali muncul ke permukaan

Penanganan juga dilakukan dengan membuat penyekatan di sejumlah titik untuk mencegah api merambat dari kawasan alang-alang menuju kawasan hutan. Jarak sumber air yang mencapai sekitar 1,5 hingga 3 kilometer dari titik api menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petugas di lapangan

Gubernur Lampung Mirza menjelaskan, penanganan karhutla dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi kawasan konservasi dan keselamatan satwa di dalam TNWK. Kawasan tersebut merupakan habitat bagi 11 kelompok gajah liar

Berdasarkan hasil pemantauan, kelompok gajah liar terdekat berada sekitar 27 kilometer dari titik api. Sementara gajah yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) berjarak sekitar 8 kilometer dari lokasi kebakaran dan dipastikan dalam kondisi aman serta tidak terdampak

Presiden Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari Forkopimda hingga petugas yang bekerja di lapangan dan pos-pos terdepan.

“Sampaikan terima kasih saya ke semua petugas di lapangan, semua di posko-posko, di pos-pos depan. Kita akan upayakan dukungan untuk semua yang berada di depan,” ujar Presiden

Presiden turut mengingatkan seluruh jajaran dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah masing-masing di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.

“Jaga wilayahmu, jaga kampung halamanmu. Kita atasi ini memang cuaca tidak bersahabat sementara, tapi bisa kita atasi,” tandasnya

Pemerintah Provinsi Lampung bersama Forkopimda dan seluruh unsur terkait akan terus melakukan pemadaman hingga api benar-benar padam, disertai pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa maupun titik api baru. Upaya tersebut sekaligus dilakukan untuk mencegah kebakaran kembali meluas dan mengurangi risiko kejadian serupa berulang di kawasan TNWK tandasnya (*)