Pembangunan Revitalisasi TK/PAUD Dharma Wanita Diduga Serobot Tanah Tiyuh Marga Kencana
Sigerindo Tulang Bawang Barat -- Pembangunan revitalisasi TK/PAUD Dharma Wanita di wilayah Tiyuh Marga Kencana, Kecamatan Tulang Bawang Uduk, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), menuai sengketa. Proyek yang bersumber dari bantuan pemerintah APBN Tahun Anggaran 2026 senilai Rp.204.734.000,00 ini dituding telah membangun di atas tanah milik Tiyuh tanpa adanya pemberian hak atau hibah yang sah
Kepala Tiyuh Marga Kencana, Supri, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah memberikan surat atau persetujuan hibah tanah untuk lokasi pembangunan tersebut
“Selama saya menjabat sebagai Kepalo Tiyuh Marga Kencana, saya tidak pernah memberikan hibah tanah terkait pembangunan TK tersebut. Pihak pengelola TK pun belum pernah menemui dan berkoordinasi dengan kami di kantor Tiyuh. Tiba-tiba saja pembangunan sudah berjalan dan kini hampir selesai dikerjakan,” tegas Supri
Hal serupa disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) Marga Kencana, Kawit. Ia menegaskan lembaganya juga tidak pernah memberikan persetujuan apa pun atas penggunaan tanah tersebut
“Kami dari anggota BPT tidak pernah memberikan hibah untuk pembangunan TK Dharma Wanita itu. Bahkan pihak pengelola tidak pernah menemui dan berkoordinasi dengan kami. Tiba-tiba saja sudah ada pekerjaan yang berjalan,” ujar Kawit
Berbeda halnya dengan keterangan Ketua TK/PAUD Dharma Wanita, Fera. Ia menyatakan bahwa pengurusan tanah dan batas lokasi pembangunan sudah diselesaikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes)
“Sebelum bantuan dari kementerian turun, urusan lokasi dan batas bangunan sudah diurus oleh Pak Sekdes,” kata Fera
Fera juga mengaku belum pernah bertemu langsung Kepalo Tiyuh, namun telah berkomunikasi melalui telepon dengan Sekdes Wasidi terkait rencana pembangunan
“Saya memang belum pernah bertemu Bapak Kepalo Tiyuh. Saat saya datang ke kantor maupun ke rumah beliau, beliau tidak ada. Namun saya sudah menelpon Pak Sekdes untuk melaporkan rencana memulai pembangunan dan sudah ditanggapi oleh Pak Wasidi,” jelas Fera
Fera mengakui, pemberitahuan langsung kepada Kepalo Tiyuh baru dilakukan setelah pembangunan berlangsung. Adapun yang dibangun dengan anggaran tersebut meliputi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) berukuran 3x6 meter, taman, serta fasilitas sanitasi (Robert)
Kepala Tiyuh Marga Kencana, Supri, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak pernah memberikan surat atau persetujuan hibah tanah untuk lokasi pembangunan tersebut
“Selama saya menjabat sebagai Kepalo Tiyuh Marga Kencana, saya tidak pernah memberikan hibah tanah terkait pembangunan TK tersebut. Pihak pengelola TK pun belum pernah menemui dan berkoordinasi dengan kami di kantor Tiyuh. Tiba-tiba saja pembangunan sudah berjalan dan kini hampir selesai dikerjakan,” tegas Supri
Hal serupa disampaikan Ketua Badan Permusyawaratan Tiyuh (BPT) Marga Kencana, Kawit. Ia menegaskan lembaganya juga tidak pernah memberikan persetujuan apa pun atas penggunaan tanah tersebut
“Kami dari anggota BPT tidak pernah memberikan hibah untuk pembangunan TK Dharma Wanita itu. Bahkan pihak pengelola tidak pernah menemui dan berkoordinasi dengan kami. Tiba-tiba saja sudah ada pekerjaan yang berjalan,” ujar Kawit
Berbeda halnya dengan keterangan Ketua TK/PAUD Dharma Wanita, Fera. Ia menyatakan bahwa pengurusan tanah dan batas lokasi pembangunan sudah diselesaikan oleh Sekretaris Desa (Sekdes)
“Sebelum bantuan dari kementerian turun, urusan lokasi dan batas bangunan sudah diurus oleh Pak Sekdes,” kata Fera
Fera juga mengaku belum pernah bertemu langsung Kepalo Tiyuh, namun telah berkomunikasi melalui telepon dengan Sekdes Wasidi terkait rencana pembangunan
“Saya memang belum pernah bertemu Bapak Kepalo Tiyuh. Saat saya datang ke kantor maupun ke rumah beliau, beliau tidak ada. Namun saya sudah menelpon Pak Sekdes untuk melaporkan rencana memulai pembangunan dan sudah ditanggapi oleh Pak Wasidi,” jelas Fera
Fera mengakui, pemberitahuan langsung kepada Kepalo Tiyuh baru dilakukan setelah pembangunan berlangsung. Adapun yang dibangun dengan anggaran tersebut meliputi ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS) berukuran 3x6 meter, taman, serta fasilitas sanitasi (Robert)

