Pemkab Abdya Gerak Cepat Merespon kondisi Salakun, Anak Yatim Yang Menderita Infeksi Jantung
Sigerindo Aceh Barat Daya --Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) bergerak cepat merespons kondisi Salakun , anak yatim dari Desa Ie Mirah, Kecamatan Babahrot, yang tengah berjuang melawan infeksi jantung
Di bawah kepemimpinan Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, Pemkab Abdya langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi Salakun sekaligus memastikan kebutuhan dan penanganan kesehatan anak tersebut mendapat perhatian serius. Selasa (15/9/2026)
Kunjungan dilakukan oleh sejumlah pejabat Pemkab Abdya yang dipimpin Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Amrizal, didampingi Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya Bustari, Camat Babahrot serta Kepala Desa Ie Mirah
Kedatangan jajaran pemerintah daerah tersebut bukan sekadar untuk melihat kondisi Salakun, tetapi juga memastikan langkah nyata dapat segera dilakukan untuk membantu anak yatim tersebut memperoleh penanganan kesehatan yang layak
Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, menyampaikan respons cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi membutuhkan perhatian dan bantuan
“Pemkab Abdya akan selalu hadir bersama masyarakat. Apalagi anak kita ini merupakan anak yatim. Kita juga memiliki program Gerakan Ayah Asuh. Insyaallah, kita akan memperhatikan dan membantu Salakun semaksimal mungkin,” ungkapnya
Menurutnya, kondisi Salakun menjadi perhatian Pemkab Abdya. Pemerintah daerah akan berupaya memastikan anak tersebut memperoleh penanganan terbaik sesuai kebutuhan medisnya
Bupati Abdya juga menegaskan, perhatian terhadap Salakun tidak berhenti pada kunjungan hari ini. Pemkab Abdya akan terus memantau kondisi anak yatim tersebut melalui program-program sosial dan santunan yang telah dicanangkan pemerintah daerah
"Semangat sembuh Nak. Ada saya dan Pemkab Abdya yang akan selalu menjadi orang tuamu," tutur Safaruddin
Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya, Bustari, mengatakan kondisi kesehatan Salakun cukup memprihatinkan. Infeksi jantung yang dideritanya membuat tubuh anak tersebut terlihat sangat kurus dan membutuhkan penanganan lebih lanjut
“Setelah mendapat perintah dari pimpinan, kita langsung berkunjung ke kediaman anak kita, Salakun. Kita sudah melihat langsung kondisinya. Insyaallah akan dilakukan penanganan, apakah bisa ditangani di RSUD Teungku Peukan atau harus dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin,” kata Bustari
Ia menambahkan, keputusan terkait penanganan medis akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kesehatan Salakun. Pemkab Abdya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar Salakun mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal
Selain memastikan kondisi kesehatan, jajaran Pemkab Abdya juga menyerahkan bantuan berupa dana, sembako, sandang dan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan Salakun dan keluarganya
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah juga memperoleh informasi bahwa Salakun bersama ibunya masih tinggal menumpang di rumah orang tua sang ibu
Kondisi tersebut semakin memperkuat komitmen Pemkab Abdya untuk memberikan perhatian tidak hanya terhadap aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan kebutuhan hidup keluarga Salakun
“Terkait dengan ini, kita akan mengupayakan yang terbaik untuk Salakun dan ibunya. Bersama Pak Bupati, kita akan memperhatikan anak kita ini,” pungkas Bustari
Respons cepat Pemkab Abdya tersebut menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi sulit, tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri
Bagi Salakun dan keluarganya, kehadiran pemerintah di tengah kondisi sulit itu diharapkan menjadi sumber harapan baru. Pemerintah hadir bukan hanya melalui bantuan, tetapi juga melalui komitmen untuk memastikan seorang anak yatim mendapatkan kesempatan memperoleh pengobatan dan kehidupan yang lebih baik. (HD)
Di bawah kepemimpinan Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, Pemkab Abdya langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi Salakun sekaligus memastikan kebutuhan dan penanganan kesehatan anak tersebut mendapat perhatian serius. Selasa (15/9/2026)
Kunjungan dilakukan oleh sejumlah pejabat Pemkab Abdya yang dipimpin Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Amrizal, didampingi Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya Bustari, Camat Babahrot serta Kepala Desa Ie Mirah
Kedatangan jajaran pemerintah daerah tersebut bukan sekadar untuk melihat kondisi Salakun, tetapi juga memastikan langkah nyata dapat segera dilakukan untuk membantu anak yatim tersebut memperoleh penanganan kesehatan yang layak
Bupati Abdya, Dr. Safaruddin, menyampaikan respons cepat tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi membutuhkan perhatian dan bantuan
“Pemkab Abdya akan selalu hadir bersama masyarakat. Apalagi anak kita ini merupakan anak yatim. Kita juga memiliki program Gerakan Ayah Asuh. Insyaallah, kita akan memperhatikan dan membantu Salakun semaksimal mungkin,” ungkapnya
Menurutnya, kondisi Salakun menjadi perhatian Pemkab Abdya. Pemerintah daerah akan berupaya memastikan anak tersebut memperoleh penanganan terbaik sesuai kebutuhan medisnya
Bupati Abdya juga menegaskan, perhatian terhadap Salakun tidak berhenti pada kunjungan hari ini. Pemkab Abdya akan terus memantau kondisi anak yatim tersebut melalui program-program sosial dan santunan yang telah dicanangkan pemerintah daerah
"Semangat sembuh Nak. Ada saya dan Pemkab Abdya yang akan selalu menjadi orang tuamu," tutur Safaruddin
Kepala Sekretariat Baitul Mal Abdya, Bustari, mengatakan kondisi kesehatan Salakun cukup memprihatinkan. Infeksi jantung yang dideritanya membuat tubuh anak tersebut terlihat sangat kurus dan membutuhkan penanganan lebih lanjut
“Setelah mendapat perintah dari pimpinan, kita langsung berkunjung ke kediaman anak kita, Salakun. Kita sudah melihat langsung kondisinya. Insyaallah akan dilakukan penanganan, apakah bisa ditangani di RSUD Teungku Peukan atau harus dirujuk ke RSUD dr. Zainoel Abidin,” kata Bustari
Ia menambahkan, keputusan terkait penanganan medis akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan kesehatan Salakun. Pemkab Abdya akan berkoordinasi dengan pihak terkait agar Salakun mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal
Selain memastikan kondisi kesehatan, jajaran Pemkab Abdya juga menyerahkan bantuan berupa dana, sembako, sandang dan pangan untuk membantu memenuhi kebutuhan Salakun dan keluarganya
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah juga memperoleh informasi bahwa Salakun bersama ibunya masih tinggal menumpang di rumah orang tua sang ibu
Kondisi tersebut semakin memperkuat komitmen Pemkab Abdya untuk memberikan perhatian tidak hanya terhadap aspek kesehatan, tetapi juga kondisi sosial dan kebutuhan hidup keluarga Salakun
“Terkait dengan ini, kita akan mengupayakan yang terbaik untuk Salakun dan ibunya. Bersama Pak Bupati, kita akan memperhatikan anak kita ini,” pungkas Bustari
Respons cepat Pemkab Abdya tersebut menjadi bukti bahwa persoalan masyarakat, terutama warga yang berada dalam kondisi sulit, tidak boleh dibiarkan berjalan sendiri
Bagi Salakun dan keluarganya, kehadiran pemerintah di tengah kondisi sulit itu diharapkan menjadi sumber harapan baru. Pemerintah hadir bukan hanya melalui bantuan, tetapi juga melalui komitmen untuk memastikan seorang anak yatim mendapatkan kesempatan memperoleh pengobatan dan kehidupan yang lebih baik. (HD)

