Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Dari Sawah Yosomulyo, Sespimti Polri dan Kejaksaan Dorong Ketahanan Pangan di Kota Metro

Sigerindo Metro -- Hamparan sawah Kelompok Tani Ngudi Makmur di Kelurahan Yosomulyo, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, menjadi ruang kolaborasi antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan petani dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penerapan metode pertanian modern, Selasa 6/10/26

Di tengah aktivitas para petani, Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 bersama Petani Mitra Adhyaksa, turun langsung melakukan penanaman padi sebagai bagian dari upaya membangun sinergi sekaligus memperkuat dukungan, terhadap sektor pertanian yang menjadi salah satu fondasi ketahanan pangan masyarakat

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Metro, Ketua Tim Sespimti Polri I Irjen Pol Mohamad Agung Bidiono, S.I.K., M.Si., Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., para Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Metro, jajaran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Metro, penyuluh pertanian, Camat Metro Pusat, Plt. Lurah Yosomulyo serta petani Mitra Adhyaksa dan masyarakat setempat

Ditempat yang sama Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, mengatakan kehadiran para peserta didik Sespimti di tengah masyarakat menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama dalam mendukung ketahanan pangan, sekaligus memberikan manfaat langsung kepada petani

“Atas nama Pemerintah Kota Metro, saya menyampaikan selamat datang kepada para Peserta Didik Sespimti Polri Dikreg ke-36 Tahun Anggaran 2026 di Kota Metro. Kehadiran Bapak dan Ibu di tengah area persawahan ini merupakan kehormatan bagi kami,” ujar Wali Kota Metro Hi. Bambang Imam Snatosa

Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor pertanian, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak melalui kolaborasi yang konkret dan berkelanjutan

“Kegiatan tanam bersama Petani Mitra Adhyaksa ini menjadi bukti nyata sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan,” katanya

Hal yang menarik dalam kegiatan tersebut adalah penggunaan metode PM AAS atau Agricultural Advance System, yakni metode tanam benih langsung yang dikembangkan untuk meningkatkan efisiensi budidaya dan produktivitas pertanian

Penerapan metode tersebut ditargetkan mampu menghasilkan produksi hingga 10 ton per hektare, sehingga diharapkan dapat menjadi salah satu pendekatan dalam meningkatkan hasil panen sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi petani

“Tanam bersama kali ini menggunakan metode PM AAS atau Agricultural Advance System, suatu metode tanam benih langsung yang lebih cepat dan ditargetkan menghasilkan produksi mencapai 10 ton per hektare,” ungkapnya

Wali Kota berharap penerapan teknologi pertanian tersebut tidak berhenti pada kegiatan tanam bersama, tetapi dapat menjadi pengalaman dan pengetahuan yang bermanfaat bagi petani maupun para peserta didik Sespimti

“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi para petani, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para peserta didik Sespimti dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” ujarnya

Ketua Tim Sespimti Polri I Irjen Pol Mohamad Agung Bidiono, S.I.K., M.Si., mengatakan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan pertanian menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung persoalan dan potensi yang dimiliki masyarakat, khususnya dalam sektor ketahanan pangan

“Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada para peserta didik untuk memahami kondisi masyarakat sekaligus melihat bagaimana sinergi antarlembaga dapat diwujudkan dalam mendukung ketahanan pangan,” kata Mohamad Agung

Menurutnya, pengalaman berada langsung di tengah masyarakat penting bagi calon pemimpin karena kepemimpinan tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pemahaman terhadap kebutuhan dan persoalan masyarakat

“Pemimpin harus memiliki kemampuan membangun kolaborasi dan memahami persoalan masyarakat secara langsung, karena pengabdian pada akhirnya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara,” tuturnya

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Dr. Taufan Zakaria, S.H., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan Kejaksaan melalui Petani Mitra Adhyaksa merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan sekaligus upaya mendekatkan institusi penegak hukum dengan masyarakat

“Petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan. Karena itu, Kejaksaan akan terus mendorong sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat agar sektor pertanian dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi petani,” ujar Taufan Kajati Lampung

Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus dikembangkan, terutama melalui penerapan inovasi dan teknologi yang mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta memperkuat kesejahteraan petani.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi kegiatan simbolis, tetapi dapat memberikan dampak nyata bagi petani melalui peningkatan produktivitas dan penguatan kesejahteraan masyarakat,” katanya

Tanam bersama di Yosomulyo tersebut menjadi gambaran bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, yakni dari lahan pertanian dan kelompok tani, dengan mempertemukan pengetahuan, teknologi, kebijakan serta kolaborasi lintas lembaga

Bagi para petani Ngudi Makmur, kehadiran berbagai unsur tersebut di tengah sawah bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bentuk perhatian terhadap kerja mereka dalam menjaga produksi pangan sekaligus membuka peluang penerapan metode pertanian yang lebih modern dan produktif tukasnya (*)