Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting


Gubernur Lampung Mirza Lantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah Sisa Masa Jabatan 2025–2030

Sigerindo Bandar Lampung -- Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal melantik I Komang Koheri sebagai Bupati Lampung Tengah sisa masa jabatan 2025–2030 di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Selasa 3/11/26

Sementara pada kesempatan yang sama, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza melantik Ni Ketut Dewi Nadi sebagai Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah sisa masa bakti 2025-2030

Gubernur Lampung Mirza menyampaikan selamat kepada I Komang Koheri yang resmi mengemban amanah sebagai Bupati Lampung Tengah untuk melanjutkan sisa masa jabatan 2025–2030.

Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan sungguh-sungguh demi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat

Gubernur Lampung Mirza juga mengapresiasi pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah serta seluruh pihak yang telah mengawal proses pengisian jabatan tersebut sehingga berlangsung tertib dan kondusif

Lebih lanjut, Gubernur Mirza menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah

Hal tersebut sejalan dengan peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2018

Menurutnya, perencanaan pembangunan Kabupaten Lampung Tengah harus selaras dengan RPJMD dan RPJPD Provinsi Lampung agar pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dalam satu arah, yakni mewujudkan visi Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045

Gubernur Mirza menitipkan tiga pesan utama kepada Bupati Lampung Tengah yang baru.

Pertama, membina aparatur sipil negara (ASN) dengan menjalankan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN, menjunjung tinggi sistem merit, menjaga netralitas, serta menegakkan disiplin.

Kedua, menjaga integritas dengan menghindari segala bentuk korupsi dan penyalahgunaan wewenang.

Ketiga, turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat hingga tingkat kampung sehingga kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran

Gubernur Lampung Mirza juga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengawal pelaksanaan program prioritas nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia

Terdapat empat program prioritas yang menjadi perhatian bersama, yakni swasembada pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta penguatan pelayanan dasar masyarakat

Pada sektor pangan, Gubernur Mirza menyebut Provinsi Lampung merupakan salah satu penopang pangan nasional dengan produksi padi mencapai 3,25 juta ton pada 2025

Kabupaten Lampung Tengah juga menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Lampung.

Ia meminta Pemkab Lampung Tengah untuk menjaga produktivitas pertanian melalui pengamanan irigasi, ketersediaan pupuk, serta memastikan hasil panen petani terserap dengan harga yang layak.

Selain menjaga produksi, Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian agar nilai tambah dapat dinikmati masyarakat di daerah penghasil

"Kita tidak ingin petani gabah di Lampung Tengah menanam padi, menjual ke luar daerah Lampung Tengah, kemudian membeli lagi berasnya dari luar Lampung Tengah. Kita tanam padi, kita bisa hasilkan beras. Kita tanam jagung, kita bisa hasilkan pakan ayam," tukasnya

Terkait program MBG, Gubernur Mirza menyampaikan bahwa saat ini terdapat 1.007 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) aktif di Provinsi Lampung dengan 2,8 juta penerima manfaat

Ia meminta pemerintah kabupaten memastikan seluruh SPPG berjalan aman, bersih, sesuai standar operasional prosedur (SOP), dan tepat sasaran

Gubernur Mirza juga menekankan agar bahan baku yang digunakan oleh seluruh SPPG diprioritaskan berasal dari petani, peternak, dan pelaku UMKM lokal

Dengan demikian, pelaksanaan program MBG tidak hanya meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat daerah

Selanjutnya, terkait Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Gubernur Mirza menyebut lebih dari 2.600 koperasi telah terbentuk di Provinsi Lampung

Namun, ia mengingatkan agar keberadaan koperasi tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan semata, melainkan harus benar-benar beroperasi dan memberikan manfaat

Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi barang subsidi tepat sasaran serta menyerap hasil panen petani

Selain itu, KDKMP diharapkan menjadi jalur distribusi produk UMKM lokal agar memiliki akses pasar yang lebih luas, termasuk menjadi mitra penyedia kebutuhan SPPG

Sementara itu, dalam penguatan pelayanan dasar, Gubernur Mirza meminta pemerintah kabupaten mendukung program cek kesehatan gratis agar masyarakat terbiasa melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini, serta memperkuat pelaksanaan Sekolah Rakyat untuk memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu

Seluruh program tersebut, lanjutnya, perlu disinergikan dengan program Desaku Maju yang menjadi salah satu program Pemerintah Provinsi Lampung

"Pusat memberi arah, pusat memberikan kebijakan besar, provinsi mendukung, kabupaten memastikan manfaatnya sampai ke rakyat," ujarnya

Gubernur Mirza juga menyampaikan selamat bertugas kepada Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Tim Pembina Posyandu, dan Ketua Dekranasda Kabupaten Lampung Tengah yang turut dilantik

Ia berharap ketiga lembaga tersebut dapat menjalankan perannya secara optimal, yakni mewujudkan 10 Program Pokok PKK, menjalankan enam Standar Pelayanan Minimal Posyandu, serta melestarikan dan mengembangkan kerajinan tangan daerah

Menutup sambutannya, Gubernur Mirza menitipkan perhatian khusus terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama pada jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, dan sekolah menengah pertama yang menjadi kewenangan pemerintah kabupaten

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memastikan kualitas tenaga pendidik dan lulusan sekolah terus meningkat sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045

"Kita untuk menuju Indonesia Emas tidak ada jalan lain kecuali menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Harus kita bina, harus kita didik, dan harus kita bentuk dari sekarang," tukasnya (*)