Pemkot Metro Resmikan Titik Koleksi Buku Digital Berbasis QR Code, Perluas Akses Literasi Melalui
Sigerindo Metro -- Pemerintah Kota Metro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusarda) meresmikan fasilitas Titik Koleksi Buku Digital (E-Book) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Inovasi ini menjadi langkah strategis dalam memperluas akses literasi sekaligus menghadirkan layanan perpustakaan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi digital yang dilaksanakan di Taman Merdeka Kota Metro, Minggu 01/11/26
Titik Koleksi Buku Digital tersebut dirancang sebagai sarana pelayanan literasi berbasis teknologi yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku hanya melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon pintar (smartphone). Kehadiran fasilitas ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses untuk berkunjung langsung ke perpustakaan.
Dalam implementasinya, masyarakat dapat mengakses layanan melalui platform digital yang telah disediakan Dispusarda Kota Metro
Saat ini, platform tersebut telah memuat sebanyak 4.200 judul buku dengan total lebih dari 4.300 eksemplar digital yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan dan referensi bacaan
Sistem peminjaman buku digital ini juga telah dilengkapi mekanisme layanan otomatis dengan waktu peminjaman selama tujuh hari, setelah itu koleksi yang dipinjam akan dikembalikan secara otomatis ke dalam sistem sehingga dapat diakses kembali oleh pengguna lainnya
Inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada modernisasi layanan perpustakaan, tetapi juga menjadi bentuk transformasi pelayanan publik yang mengedepankan kemudahan, efisiensi, dan pemerataan akses informasi. Dengan sistem digital, masyarakat dapat mengakses koleksi bacaan tanpa harus bergantung pada keberadaan perpustakaan secara fisik
Ditempat yang sama Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyediaan infrastruktur dan fasilitas publik yang berkualitas merupakan salah satu komitmen utama Pemerintah Kota Metro dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
Menurutnya, pembangunan fasilitas publik tidak semata-mata berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi
Bambang juga menegaskan bahwa kehadiran Titik Koleksi Buku Digital merupakan langkah konkret untuk mendekatkan sumber pengetahuan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon pintar, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap beragam koleksi buku digital secara mudah dan praktis, tanpa dibatasi oleh ruang dan lokasi tertentu, “terangnya
Wali Kota juga berharap keberadaan fasilitas tersebut di kawasan taman kota mampu mengoptimalkan fungsi ruang publik, tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang produktif dan inklusif
Dengan demikian, ruang publik diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang mendorong interaksi positif, memperluas wawasan, serta menumbuhkan minat dan kegemaran membaca di tengah masyarakat
Sementara itu ditempat yang sama , Dispusarda Kota Metro berharap inovasi ini dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan perpustakaan yang diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan secara langsung
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha dalam program CSR, pengembangan Titik Koleksi Buku Digital diharapkan menjadi bagian dari ekosistem literasi modern yang berkelanjutan
“Lebih dari sekadar inovasi teknologi, fasilitas ini menjadi representasi komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, berwawasan luas, dan memiliki budaya membaca yang kuat, “terangnya (*)
Titik Koleksi Buku Digital tersebut dirancang sebagai sarana pelayanan literasi berbasis teknologi yang memungkinkan masyarakat mengakses ribuan koleksi buku hanya melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon pintar (smartphone). Kehadiran fasilitas ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu maupun akses untuk berkunjung langsung ke perpustakaan.
Dalam implementasinya, masyarakat dapat mengakses layanan melalui platform digital yang telah disediakan Dispusarda Kota Metro
Saat ini, platform tersebut telah memuat sebanyak 4.200 judul buku dengan total lebih dari 4.300 eksemplar digital yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber pengetahuan dan referensi bacaan
Sistem peminjaman buku digital ini juga telah dilengkapi mekanisme layanan otomatis dengan waktu peminjaman selama tujuh hari, setelah itu koleksi yang dipinjam akan dikembalikan secara otomatis ke dalam sistem sehingga dapat diakses kembali oleh pengguna lainnya
Inovasi tersebut tidak hanya berorientasi pada modernisasi layanan perpustakaan, tetapi juga menjadi bentuk transformasi pelayanan publik yang mengedepankan kemudahan, efisiensi, dan pemerataan akses informasi. Dengan sistem digital, masyarakat dapat mengakses koleksi bacaan tanpa harus bergantung pada keberadaan perpustakaan secara fisik
Ditempat yang sama Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyediaan infrastruktur dan fasilitas publik yang berkualitas merupakan salah satu komitmen utama Pemerintah Kota Metro dalam memenuhi kebutuhan masyarakat
Menurutnya, pembangunan fasilitas publik tidak semata-mata berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi
Bambang juga menegaskan bahwa kehadiran Titik Koleksi Buku Digital merupakan langkah konkret untuk mendekatkan sumber pengetahuan kepada masyarakat melalui pemanfaatan teknologi informasi.
“Melalui pemindaian QR Code menggunakan telepon pintar, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap beragam koleksi buku digital secara mudah dan praktis, tanpa dibatasi oleh ruang dan lokasi tertentu, “terangnya
Wali Kota juga berharap keberadaan fasilitas tersebut di kawasan taman kota mampu mengoptimalkan fungsi ruang publik, tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai ruang edukasi yang produktif dan inklusif
Dengan demikian, ruang publik diharapkan dapat berkembang menjadi lingkungan yang mendorong interaksi positif, memperluas wawasan, serta menumbuhkan minat dan kegemaran membaca di tengah masyarakat
Sementara itu ditempat yang sama , Dispusarda Kota Metro berharap inovasi ini dapat meningkatkan indeks literasi masyarakat sekaligus memperluas jangkauan pelayanan perpustakaan yang diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat yang belum memiliki kesempatan untuk mengunjungi perpustakaan secara langsung
Melalui kolaborasi pemerintah daerah dan dunia usaha dalam program CSR, pengembangan Titik Koleksi Buku Digital diharapkan menjadi bagian dari ekosistem literasi modern yang berkelanjutan
“Lebih dari sekadar inovasi teknologi, fasilitas ini menjadi representasi komitmen Pemerintah Kota Metro dalam membangun masyarakat yang berpengetahuan, berwawasan luas, dan memiliki budaya membaca yang kuat, “terangnya (*)

