Pemprov Lampung Perkuat Layanan Kanker melalui Jejaring Rumah Sakit Pengampu Nasiona
Sigerindo Bandar Lampung -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperkuat pelayanan kesehatan bagi pasien kanker melalui kerja sama dengan sejumlah rumah sakit pengampu nasional. Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta akses pelayanan kanker bagi masyarakat di Provinsi Lampung
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker Provinsi Lampung di Auditorium Gedung C Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Kamis 5/11/26
Sementara dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mirza menyampaikan apresiasi kepada Rumah Sakit Kanker Dharmais, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan RSUP Persahabatan atas komitmen serta kontribusinya dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung
Menurut Mirza, kesehatan merupakan hak dasar masyarakat sekaligus salah satu prioritas pembangunan Pemprov Lampung. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, mudah diakses, dan berkeadilan.
Ia mengatakan, salah satu tantangan di bidang kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah meningkatnya beban penyakit tidak menular, termasuk kanker
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 23.954 pasien kanker menjalani rawat inap di Provinsi Lampung. Dari jumlah tersebut, 23.332 pasien dinyatakan hidup, sedangkan 622 pasien meninggal dunia
Pada periode yang sama, jumlah kasus baru dan kunjungan pasien untuk seluruh jenis kanker mencapai sekitar 91.000
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, penguatan kerja sama dengan rumah sakit rujukan nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah,” ujar Mirza.
Ia berharap, melalui penguatan jejaring pelayanan tersebut, masyarakat Lampung dapat memperoleh penanganan kanker yang lebih baik dan sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya tanpa mengurangi mutu maupun keselamatan pelayanan
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengakhiran kesepakatan kerja sama sebelumnya antara Pemprov Lampung dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais dan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Mirza menjelaskan, pengakhiran kesepakatan tersebut merupakan bagian dari penataan kembali pola kerja sama kelembagaan agar kolaborasi ke depan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung
“Pengakhiran suatu kesepakatan tidak berarti berakhirnya semangat kolaborasi. Momentum ini akan kita manfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, memperkuat sinergi, serta membangun pola kemitraan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Lampung juga menandatangani kesepakatan bersama tentang Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta dan RSUP Persahabatan
Mirza menyebutkan, terdapat lima aspek utama yang menjadi fokus kerja sama tersebut
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan dan keterampilan bagi dokter dan tenaga kesehatan
Kedua, penguatan sarana dan prasarana pelayanan kanker agar rumah sakit di Lampung semakin mampu memberikan pelayanan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien.
Ketiga, penguatan deteksi dini, diagnosis, dan tata laksana kanker sehingga pasien dapat memperoleh penanganan secara lebih cepat dan tepat
Keempat, penguatan sistem rujukan dan koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan kepastian alur pelayanan serta meminimalkan hambatan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan lanjutan
Kelima, pengembangan tata kelola pelayanan yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan pelaksanaan konsultasi klinis
Untuk memastikan kerja sama tersebut berjalan optimal, Mirza meminta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memperkuat koordinasi kebijakan dan program secara terpadu bersama RSUD Abdul Moeloek serta rumah sakit daerah lainnya
Ia juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah
Sementara itu, kepada rumah sakit pengampu nasional, Mirza berharap dukungan berupa pendampingan, bimbingan teknis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan layanan sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan jejaring pengampuan pelayanan kanker sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, komunikasi yang terbuka, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta kesamaan orientasi dalam mengutamakan kepentingan pasien
“Pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan, yakni masyarakat Lampung mendapatkan pelayanan kanker yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses. Saya berharap momentum ini menjadi awal dari kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung,” ujarnya
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan drg. Yuli Astuti Saripawan; Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Eniarti; Direktur Utama RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Supriyanto Dharmoredjo; serta Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr. Agus Dwi Susanto
Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Luis, Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek Lukman Pura, Direktur RSUD Bandar Negara Husada, Sri Aryanti, serta sejumlah undangan terkait. Provinsi Lampung tukasnya (*)
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker Provinsi Lampung di Auditorium Gedung C Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Kamis 5/11/26
Sementara dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Mirza menyampaikan apresiasi kepada Rumah Sakit Kanker Dharmais, RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), dan RSUP Persahabatan atas komitmen serta kontribusinya dalam mendukung peningkatan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung
Menurut Mirza, kesehatan merupakan hak dasar masyarakat sekaligus salah satu prioritas pembangunan Pemprov Lampung. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, mudah diakses, dan berkeadilan.
Ia mengatakan, salah satu tantangan di bidang kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius adalah meningkatnya beban penyakit tidak menular, termasuk kanker
Berdasarkan data tahun 2025, tercatat sebanyak 23.954 pasien kanker menjalani rawat inap di Provinsi Lampung. Dari jumlah tersebut, 23.332 pasien dinyatakan hidup, sedangkan 622 pasien meninggal dunia
Pada periode yang sama, jumlah kasus baru dan kunjungan pasien untuk seluruh jenis kanker mencapai sekitar 91.000
“Angka tersebut menunjukkan bahwa kanker masih menjadi tantangan serius yang perlu mendapat perhatian bersama. Karena itu, penguatan kerja sama dengan rumah sakit rujukan nasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di daerah,” ujar Mirza.
Ia berharap, melalui penguatan jejaring pelayanan tersebut, masyarakat Lampung dapat memperoleh penanganan kanker yang lebih baik dan sedekat mungkin dengan tempat tinggalnya tanpa mengurangi mutu maupun keselamatan pelayanan
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pengakhiran kesepakatan kerja sama sebelumnya antara Pemprov Lampung dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais dan RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo
Mirza menjelaskan, pengakhiran kesepakatan tersebut merupakan bagian dari penataan kembali pola kerja sama kelembagaan agar kolaborasi ke depan dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan pelayanan kesehatan di Provinsi Lampung
“Pengakhiran suatu kesepakatan tidak berarti berakhirnya semangat kolaborasi. Momentum ini akan kita manfaatkan untuk mengevaluasi pelaksanaan kerja sama, memperkuat sinergi, serta membangun pola kemitraan yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Pemprov Lampung juga menandatangani kesepakatan bersama tentang Jejaring Pengampuan Pelayanan Kanker dengan Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta dan RSUP Persahabatan
Mirza menyebutkan, terdapat lima aspek utama yang menjadi fokus kerja sama tersebut
Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta transfer pengetahuan dan keterampilan bagi dokter dan tenaga kesehatan
Kedua, penguatan sarana dan prasarana pelayanan kanker agar rumah sakit di Lampung semakin mampu memberikan pelayanan sesuai standar mutu dan keselamatan pasien.
Ketiga, penguatan deteksi dini, diagnosis, dan tata laksana kanker sehingga pasien dapat memperoleh penanganan secara lebih cepat dan tepat
Keempat, penguatan sistem rujukan dan koordinasi antarfasilitas pelayanan kesehatan untuk memastikan kepastian alur pelayanan serta meminimalkan hambatan dalam proses pemeriksaan dan pengobatan lanjutan
Kelima, pengembangan tata kelola pelayanan yang terintegrasi, termasuk pemanfaatan teknologi informasi dan pelaksanaan konsultasi klinis
Untuk memastikan kerja sama tersebut berjalan optimal, Mirza meminta Dinas Kesehatan Provinsi Lampung memperkuat koordinasi kebijakan dan program secara terpadu bersama RSUD Abdul Moeloek serta rumah sakit daerah lainnya
Ia juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah
Sementara itu, kepada rumah sakit pengampu nasional, Mirza berharap dukungan berupa pendampingan, bimbingan teknis, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta pengembangan layanan sesuai kapasitas dan kewenangan masing-masing.
Menurutnya, keberhasilan jejaring pengampuan pelayanan kanker sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak, komunikasi yang terbuka, pembagian tanggung jawab yang jelas, serta kesamaan orientasi dalam mengutamakan kepentingan pasien
“Pada akhirnya, seluruh upaya ini bermuara pada satu tujuan, yakni masyarakat Lampung mendapatkan pelayanan kanker yang berkualitas, terjangkau, dan mudah diakses. Saya berharap momentum ini menjadi awal dari kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Lampung,” ujarnya
Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan drg. Yuli Astuti Saripawan; Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais dr. Eniarti; Direktur Utama RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo, dr. Supriyanto Dharmoredjo; serta Direktur Utama RSUP Persahabatan, dr. Agus Dwi Susanto
Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Djohan Luis, Direktur Utama RSUD Abdul Moeloek Lukman Pura, Direktur RSUD Bandar Negara Husada, Sri Aryanti, serta sejumlah undangan terkait. Provinsi Lampung tukasnya (*)

.jpg)