Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Diminta Kejelasan Jumlah Besi, LHP Tim Audit Jembatan Tanah Kering Malah Bahas Volume

Sigerindo Banyuasin- Hasil Laporan Pemeriksaan (LHP) terhadap Jembatan Tanah Kering di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan hari ini, Selasa (15/09/2020) telah keluar.

LHP yang dilakukan oleh Tim Audit Independen dari Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin dan Dinas Pekerja Umum Tata Ruang (PUTR) pada Senin (31/08/2020) bulan lalu tersebut ternyata membahas tentang volume pekerjaan jembatan.

"Dapat disimpulkan tidak terdapat selisih volume kurang lebih antara fisik terpasang dengan addendum, demikian laporan dibuat,"ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Habibi.

Hasil dari pemeriksaan ini tidak sesuai dengan permasalahan yang dipertanyakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tegar adalah terkait mutu dan kualitas perbaikan jembatan yang di duga dikerjakan asal-asalan, dimana jumlah besi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja.

"Kemarin rekan-rekan ikut ke lokasi jembatan, jadi saya juga telah menyampaikan ini berdasarkan kesimpulan para ahli,"ujar Kasi Intel Kejaksaan Negeri Pangkalan Balai Banyuasin Habibi.

Ketika ditanya lebih lanjut, apakah sebelumnya memang ada pemeriksaan lain sehingga LPH yang keluar berbeda dengan jumlah besi yang menjadi permasalahan?, Habibi kembali menjawab hal yang sama.

"Laporan ini sudah sampai kepada Kejaksaan Agung dan laporan LSM yang di KetuaiTegar Lukman sama masalahnya jembatan itulah (Jumlah besi),"tandasnya.

Untuk diketahui, Jembatan Tanah Kering ini pernah di permasalahankan LSM pimpinan Tegar Lukman yang disoal terkait mutu dan kualitas perbaikannya yang di duga di kerjakan asal-asalan, dimana jumlah besi terindikasi tidak sesuai standar yang ada di RAB kontrak kerja.

Anggaran biaya proyek jembatan tersebut berasal dari APBD Kabupaten Banyuasin Tahun 2019, dibawah leding sektor Dinas PUTR Kabupaten Banyuasin. Dengan anggaran sebesar Rp 1.085.179.138.00,- Miliar.

Diketahui, pelaksana dari proyek pemeliharaan jembatan tersebut adalah CV. Mikha Karya. Menurut Ketua Investigasi LSM Tegar, Lukman mengatakan, hal itu dilakukan berdasarkan laporan warga. Dan juga dari hasil investigasi yang dilakukan. Dan diduga ada temuan indikasi korupsi dalam realisasi kontruksi proyek jembatan tersebut. (hadirisman)
BERITA TERBARU