Muspika Betung Mediasi Pertemuan Warga Dan Subandi - SIGERINDO.COM

Muspika Betung Mediasi Pertemuan Warga Dan Subandi

Muspika Betung Mediasi Pertemuan Warga Dan Subandi

Segerindo Banyuasin - masyarakat mulai resah dengan aktivitas Subandi, warga suka Mulya yang menyewa kantor untuk digunakan kantor salah satu koran dan kantor LSM di Banyuasin yang di jadikan tempat kegiatan keagamaan Nasrani.

Muspika kecamatan Betung, dari kecamatan, Danramil dan Kapolsek melakukan mediasi musyawarah antara warga RW 013 bersama penyewa ruko 2 lantai diduga di jadikan tempat kegiatan keagamaan umat Nasrani, Senin (13/1/2020) di Kapolsek Betung.

Dalam kegiatan mediasi ini dihadiri oleh kasat Intel AKP Tatang Julianto S.I.K BKO Intel iptu suhendra dan ipda Joko, Kapolsek Betung, AKP Toto Hermanto SH, Danramil Betung, camat Betung, kelurahan, pendeta Ronal Silain, ketua RT 013 RW 49, 50A,50B Perwakilan masyarakat.

Pertemuan ini guna memediasi antara perwakilan masyarakat dengan penyewa ruko tujuan awalnya diperuntukkan kantor untuk salah satu koran di Banyuasin yang di jadikan tempat kegiatan keagamaan umat Nasrani di duga tak memiliki izin agar tidak di lanjutkan karena sudah ada pernyataan yang dibuat di hadapan muspika kecamatan agar di taati jangan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan. "Kita tidak melarang untuk melakukan kegiatan keagamaan umat Nasrani namun tempat yang sudah mendapat izin secara resmi,agar mereka umat Nasrani bisa beribadat dengan tanpa ke khawatiran dan toleransi antar umat beragama di Betung terjaga" ujar kasat Intel AKP Tatang Julianto SIK saat di sambangi usai mediasi.

Pendeta Gereja Pasta Kasta Indonesia, Ronal Silain mengatakan kalau memang Kristen kembalilah kerumah ibadah yang sudah diakui dan dihormati masyarakat setempat kita di Betung ada 3 gereja, pertama Gereja Pasta Kosta Indonesia (GPKI) di Bima bukit kelurahan betung, kedua Gereja Katolik di desa bukit dan ketiga gereja HKBP di Musi indah.

Memang dia sebelumnya umat di GPKI namun ada sedikit masalah internal tapi mereka tidak mau berdami, kami pihak gereja GPKI pintu gereja selalu terbuka untuk umat yang sudah ikut bersamanya, namun kalau tidak mau di gereja GPKI ada gereja lain.

Mari kita jaga kerukunan beragama dan kamtibnas di kecamatan Betung. Dan beberapa, Jagan lagi melakukan kegiatan keagamaan di ruko, apalagi sudah ada perjanjian sama masyarakat dan unsur muspika kecamatan tidak akan melakukan kegiatan keagamaan lagi. Ujar pendeta Ronal.

Subandi, penyewa ruko untuk salah satu koran yang dijadikan tempat ibadah keagamaan umat Nasrani saat dimintai komentarnya mengatakan bahwa bukan tempat ibadah. Hanya melakukan semacam doa-doa untuk membersihkan hal-hal yang tidak diinginkan bukan melakukan ibadah.ujar Subandi (Derry)