DPC AWPI Bekasi Kecam Keras Aksi Kekerasan Yang Dialami Surya Bagus Jurnalis Radar Bekasi - SIGERINDO.COM

DPC AWPI Bekasi Kecam Keras Aksi Kekerasan Yang Dialami Surya Bagus Jurnalis Radar Bekasi

 DPC AWPI Bekasi Kecam Keras Aksi Kekerasan Yang Dialami Surya Bagus  Jurnalis Radar Bekasi



Sigerindo   Bekasi –   Jurnalis kemabli berduka dengan Aksi kekerasan yang dialami Surya Bagus (25) jurnalis Radar Bekasi, mendapat kecaman dari Assosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bekasi, Jawa Barat

 Hal ini disampaikan oleh Ketua AWPI Kota Bekasi Jerry menyatakan bahwa tindakan premanisme sudah bukan zamannya di era digital saat ini. “Premanisme ini sudah melakukan tindakan di luar nalar manusia dan harus di ungkap hingga ke akar-akarnya,” ujar Jerry, Senin (06/08).

Jerry mengatakan, setiap pemberitaan jurnalis yang telah memenuhi 5 W 1 H sudah layak menjadi konsumsi publik. Dan dirinya yakin petugas kepolisian dapat secepatnya mengungkap kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

“ Saya Tegaskan Insya Allah kita bisa bantu dalam hal pendampingan. Namun teman-teman lainnya pun harus saling support. Mungkin bisa digabung advokasi dari teman-teman media yang lain, untuk saling mendukung, agar polisi bisa segera mengungkap kasus ini sampai tuntas,”kata Upi Yunita SH.selaku tim advokasi Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia

Untuk diketahui kejadian minimpa Surya Bagus mengalami pengeroyokan. Korban mengaku di pepet sejumlah orang tak di kenal sepulang kerja dari kantornya, pada selasa (02/06) sekira pukul 23:30 WIB. Persis di Jl. Pengairan, sisi utara Mega Hypermall, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, korban dihajar dengan benda tumpul tersebut

Korban yang panik berusaha menyelamatkan diri dengan memacu motornya Honda Beat miliknya dan berhasil hingga masuk kontrakannya di Rt 03/18 Pengasinan, Rawalumbu. Namun korban masih dikerja oleh para pelaku.

Korban yang ketakutan langsung mengunci pintu kontrakan dari dalam. Namun kondisi luka yang cukup parah akhirnya korban tak sadarkan diri dan di antar ke Rumah Sakit terdekat.

Karena ada gumpalan darah di kepala belakang korban yang kritis harus menjalani operasi.
Minggu (07/06) malam, korban mulai siuman dan memberikan kesaksian kepada pacarnya.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih dalam (Rilis)