Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Ahmadi-Antos: Tanjung Bajure Pasar Modren

Sigerindo, Sungai Penuh —Walikota Sungaipenuh Ahmadi Zubir punya impian, kelak Pasar Induk Tanjung Bajure tidak saja pusat sembako yang dijubeli induk-induk bersandal jepit. Tapi, Pasar Modern yang bersih dan sehat, sehingga ibu-ibu yang mengenakan sepatu berhak tinggi juga bisa berbelanja dengan tenang dan nyaman di tempat ini

Pedagangnya pun bisa berdandan dan bergaya, tidak takut kumuh. Saat ini, jika hujan para pedagang terpaksa menggunakan sepatu boots untuk menghindari genangan air dan lumpur. Pembeli pun enggan berbelanja, mereka memilih di toko yang menjual sembako yang lebih bersih dan sehat.
“Kasian para pedagang setiap hari mereka disuguhkan bau yang tak sedap, kumuh dan tak sehat. Kita ingin para pedagang tenang berusaha, pengunjung pun tak terbebani dengan resiko buruk seperti saat ini

Maaf….tidak layak disebut sebuah kota, jorok..” kata Ahmadi saat turun langsung menata Pasar Tanjung Bajure didampingi Pj Sekda Alpian, Kadis Perindag Haryanto.
Aksi Wako ini juga diikuti bawahannya para Asisten Sekda, Kaban Kesbangpol Ledi Sepdinal, Kakan Satpol PP Erizal Risman dan sejumlah intansi terkait. Aksi yang ditonton ratusan warga itu juga mendapat siaran langsung dari Youtuber Wo Elpi OK Baik. Sayangnya Ahmadi Zubir yang turun hingga tengah malam itu masih dijubeli para tim sukses. Sehingga Wako tidak leluasa untuk bergerak “Banyak selfi. Moga kedepan bisa lebih profesional,” ujar Feri salah seorang warga kepada media ini.
Niat baik Pasangan Ahmadi Zubir-Alvia Santoni menata dan menertib Pasar Induk Tanjung Bajure direspons positif, baik pedagang dan masyarakat

Janji yang dilontarkan saat kampanye jika AZAS terpilih dan memimpin Kota Sungaipenuh, maka dalam satu bulan Pasar Tanjung Bajure akan dibenahi, bersih dan layak jadi sebuah pasar yang sehat.

Menurut Wako kondisi Pasar Tanjung Bajure saat ini kumuh dan tak layak sebagai sebuah pasar induk sebuah kota. Pasar ini sudah lama terbiar, sehingga sampah menumpuk dan dipenuhi lumpur. Got yang ada tidak berfungsi diseertai dengan bau yang menyengat.
“Mohon pengertian dari pedagang, tidak ada niatan kita untuk mengusur. Kita turun ingin membenahi Pasar Tanjung Bajure sehingga para pedagang bisa dengan tenang dan nyaman dalam berusaha,” kata Ahmadi

Lalu kenapa penertiban dilakukan malam hari…? Menurut Walikota penertiban malam hari menghindari kerumunan dan tidak menganggu aktivitas. Apalagi, katanya penertiban pada malam lebaran Idul Adha, keesokan harinya para pedagang mayoritas menghentikan aktivitas. Sehingga waktu senggang mereka bisa berkemas dan menyiapkan lokasi untuk beraktivitas keesokan harinya lagi.

Ahmadi menegaskan, Pasar Tanjung Bajure akan ditata layaknya sebagai sebuah tempat berusaha. Got yang tidak berfungsi sebagai biangnya banjir juga akan dibenahi dan dikerjakan dalam waktu dekat.
Dia juga minta para pedagang untuk disiplin, tertib dan menjaga kebersihan. “Jangan membuang sampah sembarangan. Mari kita menjaga kebersihan kita jaga ketertiban. Lingkungan yang sehat, tertib dan pedagang merasa nyaman,” jelas Ahmadi

Walikota juga tidak membendakan, siapapun silakan berusaha di Kota Sungaipenuh. Sebab, pedagang di Pasar Tanjung Bajure tidak saja masyarakat Kota Sungaipenuh, juga banyak dari Kabupaten Kerinci dan daerah tetangga Pesisir Selatan dan Muko-Muko. “Silakan berusaha, Kota Sungaipenuh terbuka. Hanya saja harus mentaati aturan. Minimal menjaga kebersihan dan ketertiban,” kata Ahmadi. (tim)
BERITA TERBARU