Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Diduga Merusak DAS, SOMASI Adukan PT MBJ ke DLH Muba

Sigerindo.Musi Banyuasin - Diduga telah melakukan aktivitas pekerjaan yang berdampak pada lingkungan dan ekologis di Daerah Aliran Sungai (DAS), kegiatan pembangunan Jalan Khusus (Hauling) Angkutan Batubara yang dilakukan oleh PT Marga Bara Jaya (MBJ) tuai sorotan publik

Sejumlah aktivis dan insan pers yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Penyuara Aspirasi (SOMASI) menduga PT MBJ telah melakukan penimbunan di aliran Sungai Bayat yang ada di Kecamatan Bayung Lencir serta di aliran Sungai Kapas Kecamatan Batang Hari Leko Kabupaten Musi Banyuasin

"Berdasarkan hasil investigasi, pembangunan Jembatan sementara di Desa Sako Suban yang menjadi bagian dari pembangunan Jalan Khusus (Hauling) Angkutan Batubara oleh PT MBJ telah mengakibatkan terjadinya perubahan volume dan dimensi Sungai Kapas. Penyempitan sangat terlihat di sekitar area pembangunan Jembatan, dimana sebelum adanya pembangunan, lebar Sungai Kapas diperkirakan mencapai 30 meter, dan kini hanya mencapai kurang lebih 5 meter," ujar Mirza Saputra, salah satu perwakilan dari insan Pers yang bergabung di SOMASI

Dilanjutkannya, Pekerjaan penimbunan ini diduga telah merusak Daerah Aliran Sungai (DAS) yang berpotensi turut berdampak pada ekosistem sungai. Penyempitan aliran sungai secara signifikan akan mengurangi kapasitas sungai untuk menampung volume air yang akan meningkatkan risiko banjir di daerah hulu saat musim hujan

"Secara keseluruhan, perusahaan tidak boleh semena-mena "menimbun sungai" untuk kegiatan pembangunan, Proses ini harus diatur dan diawasi secara ketat untuk melindungi fungsi vital sungai sebagai sumber daya alam dan aset publik," terangnya

Senada, perwakilan SOMASI lainnya, Iwan Taruna menerangkan bahwa sejak awal, pembangunan jalan hauling yang dirancang menghubungkan area konsesi tambang hingga ke pelabuhan khusus yang berada di tepi Sungai Lalan Desa Mendis Kecamatan Bayung Lencir ini telah menuai banyak kritik dan penolakan. Tidak sedikit yang menilai bahwa pembangunan jalan ini ditengarai akan membelah kawasan Hutan Harapan dan ditakutkan bisa menjadi pintu masuk bagi eksploitasi hutan secara masif dan tidak terkendali hingga potensi terjadinya deforestasi

"Berbagai catatan, kritik hingga penolakan yang mewarnai tahapan awal perencanaan dan hingga kini pelaksanaan, dengan berbagai macam indikasi yang mengarah pada dugaan pengrusakan Sumber Daya Alam, baik itu hutan maupun sungai, sudah cukup untuk menjadi landasan dan pertimbangan bagi Pemerintah untuk mengambil tindakan tegas

"Terkait dugaan pengrusakan lingkungan, SOMASI akan menempuh berbagai upaya, diantaranya melaporkan hal ini kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan upaya-upaya lainnya," tutupnya.(iwan/Team)
BERITA TERBARU