Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Republik Indonesia (ATR/BPN) Mencari Masukan Untuk Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Wisata Tapaktuan

Sigerindo Aceh Selatan - Untuk mensinerjikan masukan materi penyusunan rencana tehnis (ratek) DTRT itu, Dirjen Tata Ruang ATR/BPN RI bekerjasama dengan Dinas PUPR Aceh Selatan menyelenggarakan focus discussion group (FGD) di Lt. II Ruang Rapat Kantor Bupati Aceh Selatan Jalan T. Ben Mahmud Tapaktuan, Rabu, 25/8/21

Acara FGD itu menghadirkan para SKPK terkait, tokoh masyarakat dan kalangan media dengan acara diskusi dipandu Kabid Tata Ruang PUPR Suhada

Bupati Aceh Selatan Teungku Amran yang ikut hadir, sangat mengapresiasi diskusi itu sehingga mengharapakan agar masukan selama diskusi menjadi bahan bagi penyusunan RDTR bidang kepariwisataan Tapaktuan itu

Sebelumnya, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Bidang Pembangunan Setdakab Aceh Selatan T. Darisman, mengatakan, RDTR Tapaktuan itu menjadi pedoman di masa datang bagi pelaksanaan program dan kegiatan di bidang pariwisata di sekitar Tapaktuan

Tim tehnis RDTR dari Kementerian ATR/BPN menerangkan, tujuan menyusun rencana RDTR ini untuk dasar kebijakan penembangan dan operasionalisasi perujudan pemanfaatan ruang di kawasan wisata alam Tapaktuan

“Maksud menyusun RDTR ini untuk mewujudkan koridor pertumbuhan dan koridor pemerataan wilayah 2020-2025 sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN 2020-2024,” kata salah staff Dirjen Tata Ruang Kementerian AtR/BPN RI

Turut memberikan sambutan dari dalam diskusi itu Direktur Bina Perencanaan Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Reny Widiyawati, ST, M. Sc diwakili Subdit Tata Ruang melalui online (virtual)

Menurutnya, perencanaan satu daerah akan lebih berdaya guna jika dilakukan dengan kordinasi antar sektor terkait baik pusat maupun dengan daerah

Melalui tata ruang yang baik, akan memberi ruang bagi investasi menuju kemakmuran, sehingga tata ruang ibukota Aceh Selatan Tapaktuan di kawasan wisatanya, tetap akan menghasilkan sebuah dokumen strategis dan akademik untuk pengembangan program pengembangan wisata di wilayah Tapaktuan dan sekitarnya

FGD III itu, akan dikembangkan lagi pada FGD IV di waktu yang akan datang sehingga dokumen RDTR itu akan lebih konfrehensif (Yuniardi M.IS)
BERITA TERBARU