Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Penegak Hukum Selalu Menumpas Sumber Dari semua Jenis Narkoba Di Indonesia Kenapa? Ini Penjelasan nya

Sigerindo Pesawaran - di kutip dari doktfer (...) Ada banyak jenis-jenis narkoba. Penyalahgunaan obat-obatan ini terbukti dapat merusak kesehatan fisik dan mental. Kenali berbagai jenis narkoba yang banyak beredar di Indonesia, beserta efeknya pada pengguna dan kesehatannya.Senin 11/10/2021

Narkotika dan obat berbahaya (narkoba) adalah obat-obatan yang bisa memengaruhi cara kerja otak, mengacaukan kondisi fisik dan mental seseorang, serta memiliki risiko kecanduan yang kuat.

Jenis-Jenis Narkoba yang Penting untuk Diketahui - Alodokter
Jenis-jenis narkoba ada berbagai macam. Masing-masing memiliki bahan dasar dan efek yang berbeda terhadap tubuh. Dalam dosis yang aman dan penggunaan yang tepat secara medis, beberapa jenis narkoba sebenarnya memiliki kegunaan.

Namun, akibat efek candu yang dimilikinya, narkoba berisiko tinggi disalahgunakan oleh orang di luar praktik medis dalam dosis yang bisa membahayakan nyawa. Itulah sebabnya obat-obatan ini menjadi ilegal

Berbagai jenis Narkoba
Berikut ini adalah jenis-jenis narkoba yang paling umum digunakan dan dampaknya bagi kesehatan:

1. Kokain
Kokain atau coke termasuk dalam jenis narkoba yang sangat adiktif dan bisa memengaruhi sistem saraf pusat. Obat yang terbuat dari ekstrak daun tanaman koka ini berbentuk bubuk atau kristal putih halus dan bisa digunakan dengan cara disuntik, dihisap, atau dihirup.

Walaupun bisa dimanfaatkan dalam beberapa prosedur medis, kokain bisa disalahgunakan untuk tujuan rekreasional dapat memicu otak melepaskan dopamin dan menciptakan rasa gembira untuk sesaat.

Karena efek yang dirasakan bersifat sementara, seseorang jadi harus menggunakan kokain berulang kali untuk mempertahankan sensasi gembira yang didapatkan. Hal ini tentunya dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa masalah kesehatan, seperti:

Depresi atau kecemasan
Aritmia
Denyut jantung, tekanan darah, dan suhu tubuh meningkat
Kerusakan usus
Kehilangan nafsu makan dan kekurangan gizi
Kehilangan penciuman (anosmia), terutama bila penggunaan kokain melalui hidung
HIV dan hepatitis C
Kokain juga diketahui bisa memicu perilaku kejam dan tidak terduga yang dapat meningkatkan risiko pelanggaran hukum.

Efek samping penyalahgunaan kokain, termasuk serangan jantung, kejang, dan henti napas, bisa terjadi kapan saja. Bahkan, kematian akibat overdosis bisa terjadi pada penggunaan kokain yang pertama kali, terutama jika digunakan bersamaan dengan alkohol.

2. Ganja
Ganja mengacu pada daun, bunga, batang, dan biji dari tanaman Cannabis sativa yang dikeringkan. Jenis narkoba yang terkenal dengan sebutan “cimeng” ini biasanya digunakan dengan cara dihisap seperti rokok, dimasukkan ke makanan, atau diseduh sebagai teh.

Di beberapa negara, ganja dengan dosis dan kandungan tertentu dapat digunakan sebagai terapi tambahan untuk beberapa penyakit, seperti multiple sclerosis (MS), penyakit Alzheimer, dan penyakit Crohn. Namun di Indonesia, ganja temasuk ilegal karena risiko masalah kesehatannya jauh lebih besar dari manfaatnya

Ganja mengandung bahan kimia psikoaktif yang bekerja pada otak dan menyebabkan perubahan pada sensasi tubuh, perasaan, gerakan, pemikiran, dan ingatan. Perubahan ini membuat penggunanya merasa senang sesaat dan sensasinya sering disebut dengan “high”.

Bahan psikoaktif ini juga bisa membuat efek ketagihan dan berbahaya bagi kesehatan secara keseluruhan karena dapat menimbulkan:

Gangguan kognitif (daya berpikir)
Gangguan pernapasan
Peningkatan detak jantung
Risiko serangan jantung
Pemikiran bunuh diri

3. Ekstasi
Ekstasi adalah obat sintesis turunan obat amfetamin yang dikenal karena efek halusinasi dan stimulannya (membuat bersemangat). Jenis narkoba ini berisiko tinggi disalahgunakan dan bisa menyebabkan ketergantungan

Ekstasi diketahui dapat meningkatkan suasana hati, energi, nafsu makan, dan gairah seksual. Namun, ketika efek tersebut berakhir, ekstasi dapat memberikan efek samping seperti kebingungan, depresi, kecemasan, dan gangguan tidur, sehingga (Man)






BalasTeruskan




BERITA TERBARU