Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



IIB Darmajaya Gelar Semnas Strategi Sukses Menuju Kampus Merdeka



Sigerindo, Bandar Lampung --- Institut informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar seminar nasional “Strategi Sukses Menuju Kampus Merdeka” di Emersia Hotel, Minggu (26/12/2021). Seminar Nasional yang dibagi dalam dua sesi pagi dan siang menghadirkan empat narasumber utama.
Keempat narasumber itu adalah, Prof. Ir. Nizam, M.S.c., DIC., Ph.D., IPU, Sean Eng. (Dirjen Diktiristek Kemdikbudristek RI). Kemudian, Dr. Ir. Prasistiyani Nurwardani, S.P. (Sekretaris Dirjen Diktiristek Kemdikbudristek RI); Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D. (dari Universitas Gadjah Mada/UGM); dan Dr. RZ. Abdul Aziz, S.T., M.T. (dari IIB Darmajaya).
Dalam sambutannya, Rektor IIB Darmajaya Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc, mengatakan perubahan adalah suatu keniscayaan baik cepat maupun lambat. Sehingga, Allah SWT menciptakan kita agar cepat beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Baik itu perubahan Era Teknologi 4.0 yang sekarang sudah masuk Era Society 5.0, Ada satu hal yang positif dengan adanya Covid-19 saat ini, kita dipaksa beradaptasi dengan teknologi. Kita juga bersyukur, kondisi perubahan yang cepat Menteri Pendidikan pun dengan sigap meluncurkan MBKM,” kata Firmansyah.
Dengan adanya Program MBKM, lanjut Firmansyah, ini menunjukkan adanya kebebasan bagi kampus dan mahasiswa memanfaatkan 60 SKS, agar dapat menyesuaikan diri dengan perubahan. “Semoga kita akan sukses dengan strategis sukses menuju kampus Merdeka yang langsung dari narasumbernya,’ kata dia.
Seminar Nasional didanai Program Penelitian Kebijakan Kampus Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS yang diselenggarakan oleh Ditjen Diktiristek tahun anggaran 2021.
Dipandu Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, narasumber Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D., IPU, Sean Eng. (Dirjen Diktiristek Kemdikbudristek RI) menjelaskan tentangan di depan mata masih sangat banyak dan membutuhkan perguruan tinggi agar kita menjadi Negara maju dan sejahtera.
Saat ini, kata dia, demokrasi dan transportasi sosial, kesenjangan kemiskinan dan pemenuhan kebutuhan dan capaian pendidikan masih jauh dari yang diharapkan. “Namun, kita tidak perlu patah semangat, dengan adanya Program MBKM yang dibantu perguruan tinggi semoga semua dapat diatasi,” kata Prof. Nizam.
Terkait tridharma perguruan tinggi dan daya saing bangsa, Prof Nizam mengatakan peran unik dari perguruan tinggi adalah menyiapkan mesin-mesin pertumbuhan yang berkelanjutan, menyiapkan tenaga kreatif dan inovatif sebagai modal SDM. “Dan, menghasilkan mesin inovasi dan rekacipta, tulang punggung inovasi, sebagai penggerak ekonomi,” tuturnya.
Pembicara dari IIB Darmajaya Dr. RZ. Abdul Aziz, S.T., M.T., mengatakan Mas menteri (Nadiem Makarim) mengenalkan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokrasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memiliki bidang yang sudah disukai.
Dia juga mengatakan, strategi IIB Darmajaya dalam implementasi MBKM dan IKU institusi, yaitu membentuk lembaga MBKM (Direktorat MBKM), membuat peraturan dan surat keputusan, serta menyusun panduan/pedoman program pencapaian IKU.
“Kemudian, melakukan perubahan kurikulum, menyusun prosedur operasional bagi civitas academica, menyusun prosedur operasional bagi mahasiswa, membuat dokumen kerja sama, dan melakukan sosialisasi panduan/pedoman prosedural kepada semua civitas academica IIB Darmajaya,” kata Wakil Rektor 1 IIB Darmajaya itu.
Sementara itu, Ir. Lukito Edi Nugroho, M.Sc., Ph.D., menjelaskan tentang Mewujudkan Konvergensi Tridarma (Studi Kasus di Fakultas Teknik UGM). Dalam pemaparannya menjelaskan tantangan Tridharma saat ini yaitu adanya, sekat-sekat penghalang juga masih kuat, baik internal di dalam sebuah darma maupun dalam interaksi antara dua darma.
Selain itu, banyak upaya-upaya sudah dilakukan, tetapi belum efektif, terutama karena masih didasari oleh cara pandang sektoral/parsial. Sedangkan konvergensi tridharma sebagai sebuah strategi yaitu memperbesar kapasitas relasi intra dan antar-pilar . “Sehingga, mampu mengakomodasi upaya-upaya pembentukan konstruk dan mekanisme baru yang bisa membangkitkan dampak yang lebih besar,” kata dia. (**)

Sumber: Humas Darmajaya, Editor: Umar Bakti

 

BERITA TERBARU