Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham RI Kunker di Sultra, Ini Pesan Marselina Budingsih


Sigerindo Sultra Kendari --- Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Marselina Budingsih, melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) diwilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), diantaranya Kota Kendari, Kabupaten Konawe (Rutan Unaaha), dan Kabupaten Kolaka (Rutan Kolaka)

Setibanya di bumi anoa Sulawesi Tenggara, Marselina Budingsih disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sultra Silvester Sili Laba, yang diikuti jajaran satuan kerja, yang selanjutnya Marselina Budingsih berkunjung di Rumah Benda Sitaan Rampasan Negara (Rupbasan), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kendari, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kendari, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kendari, Rutan Kolaka dan Rutan Unaaha

"Hari ini kami berkunjung di Kendari di satuan kerja, mulai dari Rupbasan Kendari, Bapas Kendari, Rutan Kendari, Lapas Kendari, LPKA Kendari, yang selanjutnya kami akan bertandang ke unit kerja di Kabupaten Kolaka (Rutan Kolaka) dan Kabupaten Konawe (Rutan Unaaha)," ungkap Marselina Budingsih saat berkunjung di Rutan Kelas IIA Kendari, Rabu 8 November 2023

Marselina mengatakan, tujuan melakukan kunker di Sultra ini adalah melaksanakan supervisi evaluasi kinerja, bimbingan teknis, dari Ditjen pelayanan tahanan dan pengelolaan basan baran untuk mengevaluasi kinerja unit pelaksana teknis yang ada di Kendari ini. Apakah kinerja satuan kerja di Sultra ini sesudah seperti yang diharapkan, sesuai SOP (peraturan yang berlaku) atau seperti apa

"Hari ini kami berkunjung di Kendari hanya ingin melihat kinerja satuan kerja di daerah. apakah kinerja satuan sudah sesuai prosedur (aturan yang berlaku) atau seperti apa. Kami ingin mengetahui kendala-kendala apa yang dihadapi oleh unit pelaksaan teknis yang dilapangan sehingga kita bisa memberikan bimbingan teknis maupun solusi-solusi yang dihadapi mereka teruntuk dalam pengelolaan di masing-masing unit satuan kerja," beber Marselina kepada awak media

Marselina mengambil contoh dalam pelayanan di Rupbasan Kendari, pihaknya mengatakan sudah bagus dan mempunyai sarana yang cukup memadai dan barang-barangnya juga banyak yang di titipkan hanya yang diperlukan kesempurnaan

"Artinya perlu adanya penambahan yang seharusnya ada, contohnya pemiliharaan harusnya ada register ada kartu register pemeliharaan pada setiap barang supaya di ketahui bahwa penitip barang pada Rupbasan melaksanakan pemiliharaan selain ada pada register ada juga pada buku pemiliharaan tercatat seminggu berapa kali itu wajib ada, terus setiap barang harus mempunyai register ini barang titipan siapa seperti itu," jelas Marselina

"Untuk titipan sudah bagus, tetapi untuk buku register pemiliharaan dan bukunya belum ada secara optimal tetapi keseluruhannya bagus pelaksanaannya hanya perlu adanya pemasangan rambu-rambu contohnya, tata tertip digudang yang berbahaya diatas area. Itu perlu di lakukan karena disana ada isinya solar, bensin dan lain-lain tentunya ini diperlukan keahlian dapada pegawai. Artinya kehati-hatian itu di utamakan," tambah Marselina

Masih kata Marselina, Rupbasan Kendari mestinya ketika banyak titipan alat berat jenis dump truck maka perlu inisiatif dari petugas

"Mestinya petugas Rupbasan Kendari diberi angka satu sampai sekian, kalau pemilik barang (alat berat/dam truck) yang sama dengan pemilik lainnya. Harus diberikan kode yang berbeda untuk memudahkan petugas untuk mengenali, oh ini titipan siapa," pesannya

Lanjut Marselina, untuk Bapas Kendari sendiri mungkin perlu adanya inovasi-inovasi baru untuk mempercepat pelayanan, dan memudahkan petugas dalam penerimaan klien. Artinya kalau ada klien yang datang melapor, bagian peneriman laporanan dpt menginput data secara cepat dan tepat yg terhubung dgn Pembimbing Kemasyarakatan
"Jadi ada pelayanan cepat yang dirasakan masyarakat," cetusnya.

"Ada beberapa inovasi mungki dibuat di Bapas itu contohnya kecepatan bagaimana biar Kepala Bapas mengetahui kalau Litmas yang dibuat ini sampai di mana. Itu perlu adanya pemantauan melalu aplikasi. Tidak usah yang susah-susah yang muda melalui whatsapp tetapi yang mudah tersonding di sini apa kendalanya begitu, anak-anak muda sekarang kan rata-rata sudah tau," tambahnya

Dalam kesempatan tersebut, Marselina mengimbau kepada satuan kerja, bahwasanya mengingat pesan pak Dirjen, berantas narkoba, deteksi dini kemudian sinergiritas dengan aparat

"Artinnya Rutan dan Lapas tetap waspada seperti di Rutan ini pengawasan di maksimalkan karena di Rutan masih dalam pembangunan. Pintunya harus buka tutup," tutur Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Marselina Budingsih

Kesempatan yang sama, Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto mengatakan ucapan terimakasih Ibu Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Marselina Budingsih bersama rombongan sudah berkunjung di Rutan Kendari

"Ini suatu kebahagiaan tersendiri bagi kami jajaran Rutan Kendari telah dikunjungi oleh jajaran Ditjen Kementerian Hukum dan Ham RI. Kami selalu menjaga apa-apa yang kami harus lakukan dan kami tidak lakukan. Semoga kami di Rutan Kendari ini selalu menjaga pesan-pesan para pimpinan atau imbauan pimpinan kami," ungkap mantan Kepala Rutan Unaaha ini

Untuk diketahui, Kunker Direktur Pelayanan Tahanan dan Pengelolaan Basan dan Baran Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kemenkumham RI, Marselina Budingsih di Sultra sampai 3 (tiga) hari kedepan. (IS)**
BERITA TERBARU