Pemkot Bandar Lampung Ajukan Pinjaman Rp227 M, Fraksi Partai Gerindra Minta Kajian Manfaat Harus Jelas
Sigerindo Bandar Lampung -- Usaha Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana mengajukan pinjaman daerah sebesar Rp227,7 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Bandar Lampung terkait penyampaian pendapat fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD 2026, Rabu 5/11/25
Fraksi Gerindra menjadi salah satu pihak yang menyatakan dukungan, namun dengan sejumlah persyaratan yang ketat. Juru bicara Fraksi Gerindra, Badri Yusuf, menegaskan bahwa pengajuan pinjaman harus didasarkan pada kajian manfaat yang jelas
“Pinjaman hanya dapat dilakukan apabila dilengkapi dengan analisis manfaat ekonomi, kajian kemampuan fiskal untuk membayar, serta persetujuan formal sesuai ketentuan PP Nomor 38 Tahun 2025,” tukasnya
Fraksi Partai Gerindra meminta Pemkot memastikan proyek-proyek yang dibiayai melalui pinjaman tersebut memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas infrastruktur publik dan pelayanan kota. Selain itu, Fraksi juga menyoroti perlunya kejelasan proyeksi pendapatan daerah yang bersumber dari pengelolaan aset serta konsistensi perhitungan fiskal dalam dokumen APBD
Di sisi lain, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,9 triliun pada tahun 2026 dinilai cukup menantang. Pemerintah daerah diminta memperkuat strategi peningkatan PAD melalui optimalisasi pengelolaan aset, perluasan basis pajak, dan peningkatan efisiensi administrasi keuangan.
Gerindra juga mengingatkan agar struktur belanja daerah tidak hanya berfokus pada belanja rutin. Anggaran perlu diarahkan pada belanja produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi porsi anggaran terbesar juga diminta dikelola secara efektif dan tepat sasaran
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amarullah, menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan dan masukan dari fraksi-fraksi.
“Seluruh catatan dan pandangan fraksi akan kami pertimbangkan. Ini menjadi bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembangunan,” ujar Deddy
Terkait rencana pinjaman daerah, Deddy memastikan pembahasan lanjutan akan dilakukan secara hati-hati dan transparan. “Peningkatan PAD akan terus diupayakan, penataan anggaran juga akan kami optimalkan dengan tetap menjunjung prinsip efisiensi,” tegasnya
Fraksi Partai Gerindra Kota Bandar LampungMengawal aspirasi rakyat, meneguhkan nilai perjuangan, dan bergerak untuk kemajuan kota Bandar Lampung pungkasnya (*)
Fraksi Gerindra menjadi salah satu pihak yang menyatakan dukungan, namun dengan sejumlah persyaratan yang ketat. Juru bicara Fraksi Gerindra, Badri Yusuf, menegaskan bahwa pengajuan pinjaman harus didasarkan pada kajian manfaat yang jelas
“Pinjaman hanya dapat dilakukan apabila dilengkapi dengan analisis manfaat ekonomi, kajian kemampuan fiskal untuk membayar, serta persetujuan formal sesuai ketentuan PP Nomor 38 Tahun 2025,” tukasnya
Fraksi Partai Gerindra meminta Pemkot memastikan proyek-proyek yang dibiayai melalui pinjaman tersebut memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas infrastruktur publik dan pelayanan kota. Selain itu, Fraksi juga menyoroti perlunya kejelasan proyeksi pendapatan daerah yang bersumber dari pengelolaan aset serta konsistensi perhitungan fiskal dalam dokumen APBD
Di sisi lain, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2,9 triliun pada tahun 2026 dinilai cukup menantang. Pemerintah daerah diminta memperkuat strategi peningkatan PAD melalui optimalisasi pengelolaan aset, perluasan basis pajak, dan peningkatan efisiensi administrasi keuangan.
Gerindra juga mengingatkan agar struktur belanja daerah tidak hanya berfokus pada belanja rutin. Anggaran perlu diarahkan pada belanja produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja. Sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi porsi anggaran terbesar juga diminta dikelola secara efektif dan tepat sasaran
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amarullah, menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan dan masukan dari fraksi-fraksi.
“Seluruh catatan dan pandangan fraksi akan kami pertimbangkan. Ini menjadi bagian dari upaya kami dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pembangunan,” ujar Deddy
Terkait rencana pinjaman daerah, Deddy memastikan pembahasan lanjutan akan dilakukan secara hati-hati dan transparan. “Peningkatan PAD akan terus diupayakan, penataan anggaran juga akan kami optimalkan dengan tetap menjunjung prinsip efisiensi,” tegasnya
Fraksi Partai Gerindra Kota Bandar LampungMengawal aspirasi rakyat, meneguhkan nilai perjuangan, dan bergerak untuk kemajuan kota Bandar Lampung pungkasnya (*)

