H. Bambang Imam Santoso Wali Kota Metro Hadiri Muktamad ke-1 Tingkat Pesantren se-Lampung
Sigerindo Metro -- Wali Kota Metro H. Bambang menghadiri kegiatan Musabaqoh Kutubut Turats Bainal Ma’ahid (Muktamad) ke-1 Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Raudlatul Qur’an 4, Jati Agung, Lampung Selatan, Ahad 24/01/26
Kegiatan yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Lampung tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pondok pesantren sekaligus penguatan tradisi keilmuan berbasis khazanah kitab turats
Sementara itu alam kesempatan itu, Wali Kota Metro H.Bambang Imam Sanatoso menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena dinilai mampu memperkuat karakter santri serta menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan zaman
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual. Kegiatan seperti Muktamad ini menjadi sarana strategis untuk melestarikan tradisi keilmuan Islam sekaligus mempererat ukhuwah antar pondok pesantren,” ujar Wali Kota Metro
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Metro mendukung penuh kegiatan keagamaan dan pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
“Kami berharap para santri dapat terus semangat belajar, berkompetisi secara sehat, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dari pesantren inilah lahir generasi penerus bangsa yang berintegritas,” tambahnya
Sementara itu, Ketua RMI PWNU Lampung, KH Amin Udin el-Hady, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum bersejarah bagi pesantren di Lampung.“Muktamad ini kami jadikan sebagai sarana silaturahim sekaligus penguatan tradisi keilmuan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU dalam kalender hijriah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat keagamaan, memperkuat nilai-nilai Islami, serta membina karakter santri agar semakin tangguh menghadapi tantangan zaman.“Para santri selain cakap dalam ilmu agama juga harus memiliki kepribadian yang matang dan berdaya saing,” katanya
Pengasuh Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Trimulyo itu berharap Muktamad ke-1 dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi bagi santri dan para kiai pengasuh pesantren di Lampung.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi laboratorium penguatan tradisi khazanah keilmuan pesantren. Para santri akan berlatih, berkompetisi, sekaligus belajar menghargai khazanah turats yang menjadi warisan para ulama,” ungkapnya
Sementara itu, Bendahara RMI PWNU Lampung sekaligus Ketua Pelaksana, Gus Nasihudin Musthofa, menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya dan tradisi pesantren.
“Muktamad ini merupakan program unggulan RMI PWNU Lampung yang baru pertama kali dilaksanakan, bukan hanya di Lampung, tetapi juga di Indonesia,” tuturnya
Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu diikuti sekitar 1.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Provinsi Lampung, serta turut melibatkan para pengasuh pesantren. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang telah dipersiapkan secara matang.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi tonggak sejarah pengembangan khazanah pesantren sekaligus mempererat ukhuwah antar pondok pesantren di Lampung tandasnya (*Rilis/Toni)
Kegiatan yang diinisiasi Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PWNU Lampung tersebut menjadi ajang silaturahmi antar pondok pesantren sekaligus penguatan tradisi keilmuan berbasis khazanah kitab turats
Sementara itu alam kesempatan itu, Wali Kota Metro H.Bambang Imam Sanatoso menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, karena dinilai mampu memperkuat karakter santri serta menjaga tradisi keilmuan pesantren di tengah perkembangan zaman
“Pesantren memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara akhlak dan spiritual. Kegiatan seperti Muktamad ini menjadi sarana strategis untuk melestarikan tradisi keilmuan Islam sekaligus mempererat ukhuwah antar pondok pesantren,” ujar Wali Kota Metro
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Metro mendukung penuh kegiatan keagamaan dan pendidikan berbasis pesantren sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkarakter.
“Kami berharap para santri dapat terus semangat belajar, berkompetisi secara sehat, serta menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Dari pesantren inilah lahir generasi penerus bangsa yang berintegritas,” tambahnya
Sementara itu, Ketua RMI PWNU Lampung, KH Amin Udin el-Hady, mengatakan kegiatan ini merupakan momentum bersejarah bagi pesantren di Lampung.“Muktamad ini kami jadikan sebagai sarana silaturahim sekaligus penguatan tradisi keilmuan pesantren. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU dalam kalender hijriah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan menumbuhkan semangat keagamaan, memperkuat nilai-nilai Islami, serta membina karakter santri agar semakin tangguh menghadapi tantangan zaman.“Para santri selain cakap dalam ilmu agama juga harus memiliki kepribadian yang matang dan berdaya saing,” katanya
Pengasuh Pondok Pesantren Minhadlul Ulum Trimulyo itu berharap Muktamad ke-1 dapat menjadi ruang pengembangan kompetensi bagi santri dan para kiai pengasuh pesantren di Lampung.
“Kegiatan ini kami harapkan menjadi laboratorium penguatan tradisi khazanah keilmuan pesantren. Para santri akan berlatih, berkompetisi, sekaligus belajar menghargai khazanah turats yang menjadi warisan para ulama,” ungkapnya
Sementara itu, Bendahara RMI PWNU Lampung sekaligus Ketua Pelaksana, Gus Nasihudin Musthofa, menegaskan pentingnya kegiatan tersebut sebagai upaya melestarikan budaya dan tradisi pesantren.
“Muktamad ini merupakan program unggulan RMI PWNU Lampung yang baru pertama kali dilaksanakan, bukan hanya di Lampung, tetapi juga di Indonesia,” tuturnya
Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu diikuti sekitar 1.000 santri dari berbagai pondok pesantren di Provinsi Lampung, serta turut melibatkan para pengasuh pesantren. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba yang telah dipersiapkan secara matang.
Panitia berharap kegiatan ini menjadi tonggak sejarah pengembangan khazanah pesantren sekaligus mempererat ukhuwah antar pondok pesantren di Lampung tandasnya (*Rilis/Toni)

