Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Keindahan Sunyi Goa Walet Dijaga Warga Talang Asal dengan Do'a

Sigerindo  Merangin Jambi --Di sudut sunyi Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Alam kembali berbicara dengan caranya sendiri. Di Desa Talang Asal, Kecamatan Lembah Masurai, sebuah keindahan lahir dalam kesederhanaan dan harapan panjang masyarakat Desa

Air Terjun Goa Walet, destinasi wisata alam yang masih tersembunyi, perlahan membuka diri, membawa cerita tentang alam yang ingin dijaga, bukan dieksploitasi

Air terjun ini mengalir dari ketinggian, jatuh di balik dinding bebatuan yang menyimpan sebuah goa sedalam sekitar 12 meter. Goa tersebut dihuni oleh burung walet, makhluk kecil yang setia menjaga rumah alaminya, seolah mengingatkan manusia agar datang dengan niat baik dan hati yang bersih. Dari situlah nama Goa Walet lahir, sederhana namun sarat makna

Lingkungan di sekitar air terjun masih sangat alami. Pepohonan hijau berdiri rapat, udara sejuk khas pedalaman Lembah Masurai menyelimuti setiap langkah pengunjung. Sunyi yang terasa bukan menakutkan, melainkan menenangkan, seakan alam sedang berdoa agar tetap dibiarkan utuh. Tempat ini pun cocok dijadikan lokasi berkemah bagi pecinta alam yang rindu kedamaian sejati

Hingga kini, Air Terjun Goa Walet belum dipungut biaya masuk. Lokasi ini masih dalam tahap pengembangan dan belum diresmikan secara resmi. Akses jalan menuju lokasi pun masih sangat terbatas, menjadi saksi bahwa keindahan ini belum sepenuhnya tersentuh peradaban modern

Kepala Desa Talang Asal, Budi Wijaya, menyampaikan bahwa pemerintah desa bersama masyarakat tengah mempersiapkan peresmian Air Terjun Goa Walet dalam waktu dekat

“InsyaAllah dalam waktu dekat ini akan kita resmikan secara sederhana, dengan pemotongan kambing sebagai bentuk rasa syukur. Setelah itu, kami akan mulai penataan dan renovasi agar tempat ini benar-benar layak menjadi destinasi wisata unggulan desa,”Ujarnya. Pada Minggu (4/12/2025)

Pada hari ini, suasana haru menyelimuti kawasan air terjun. Seluruh pemuda, pemudi, dan masyarakat Desa Talang Asal bergotong royong membersihkan area Air Terjun Goa Walet. Mereka membuka jalur, membersihkan semak, dan menata lingkungan dengan penuh kebersamaan. Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan rencana penyembelihan seekor kambing sebagai wujud syukur dan doa agar peresmian berjalan lancar

“Semoga semua berjalan sukses, tidak ada hambatan. Kami ingin pengunjung yang datang merasa aman, damai, dan terpuaskan,” disampaikan salah satu pemuda dalam kegiatan tersebut.
Di balik harapan itu, terselip kekhawatiran yang tulus. Masyarakat menyadari bahwa alam yang indah ini rentan rusak jika tidak dijaga. Kayu-kayu besar masih berdiri kokoh, hutan masih asri, dan kawasan ini belum banyak terjamah manusia

“Alhamdulillah, alam ini masih asli. Kami akan menjaganya. Siapa pun tidak boleh menebang atau merusak. Inilah warisan alam yang akan kami pertahankan,”Tegas warga.
Air Terjun Goa Walet bukan sekadar destinasi wisata. Ia adalah air mata alam yang jatuh perlahan, dijaga oleh tangan-tangan sederhana masyarakat Desa Talang Asal, dengan satu harapan, keindahan ini tetap hidup, lestari, dan tak pernah kehilangan ruhnya.
(Penulis: Robert)
BERITA TERBARU