Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Zulkarnaini Resmi Terpilih Sebagai Ketua KONI Abdya

Sigerindo Aceh Barat Daya– Zulkarnaini resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Barat Daya (Abdya) periode 2026–2029 secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) yang digelar di Arena Motel Blangpidie, Kamis 8/1/2026

Dalam pidato perdananya sebagai ketua terpilih, Zulkarnaini menyampaikan sikap tegas terkait independensi KONI dari kepentingan politik

Meski dikenal sebagai Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Aceh Barat Daya dengan identitas warna hijau, ia menegaskan tidak akan membawa simbol, warna, maupun kepentingan partai ke dalam tubuh KONI

“Partai warna saya memang hijau, tapi saya berharap tidak ada hijau sedikit pun di KONI. Jangan coba-coba membawa partai saya, PKB, ke simbol-simbol KONI,” tegasnya Zulkarnaini yang juga menjabat sebagai Anggota DPRK Abdya

Zulkarnaini mengakui dirinya bukan sosok yang datang dengan latar belakang teknokratis di bidang keolahragaan maupun manajemen organisasi olahraga

Namun, ia menegaskan kehadirannya di KONI adalah sebagai pemimpin yang akan mengayomi seluruh cabang olahraga (cabor), bukan sebagai perancang sistem yang berorientasi bisnis

“Saya tidak paham secara teknis tentang KONI. Kedatangan saya bukan sebagai orang yang akan mendesain KONI, saya hadir hanya sebagai leader KONI,” ungkapnya

Ia bahkan secara terbuka menyatakan tidak ingin memposisikan dirinya sebagai akuntan maupun marketing dalam memimpin organisasi olahraga tersebut

“Jangan heran kalau nanti di bawah kepemimpinan saya tidak ada kalkulator, karena saya di didik sebagai leader, bukan akuntan dan bukan marketing,” katanya

Lebih lanjut, Zulkarnaini menegaskan bahwa KONI adalah rumah besar seluruh cabang olahraga dan menjadi pusat pembinaan atlet. Oleh karena itu, ia menolak keras praktik pengelolaan anggaran yang tidak berdampak langsung pada masyarakat

“KONI adalah naungan seluruh cabor. Pembinaan ada di KONI. Saya tidak meminta dividen. Yang saya mau, uang yang dikucurkan ke KONI bisa dinikmati oleh masyarakat melalui cabang-cabang olahraga yang dibina, sehingga anggaran pemerintah tidak sia-sia,” tegasnya

Ia bahkan melontarkan pernyataan keras apabila anggaran KONI tidak mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat

“Kalau tidak bisa memberikan apresiasi kepada masyarakat, lebih baik anggaran KONI itu kita buat rumah dhuafa saja,” ucapny

Sebagai bentuk komitmen awal dan penghargaan terhadap KONI Abdya, Zulkarnaini mengumumkan telah menghibahkan dana pribadi sebesar Rp100 juta untuk organisasi tersebut

“Sebagai penghargaan saya kepada KONI, saya menghibahkan seratus juta rupiah karena kas kita tidak boleh kosong. Semoga ini dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” katany

Dalam kesempatan itu, Zulkarnaini juga mengajak seluruh pengurus dan cabang olahraga untuk meninggalkan konflik masa lalu. Ia menegaskan bahwa era kepemimpinannya harus menjadi titik awal persatuan dan kebersamaan

“Apa pun yang terjadi kemarin, tidak ada lagi di KONI saat ini. Tidak ada lagi sikut-menyikut antar sesama cabor. Kita harus sepakat, hari ini kita hanya punya satu warna, yaitu warna yang ada di logo KONI,” ujarnya

Terkait hak keuangan, Zulkarnaini secara tegas menolak menerima insentif maupun honor selama menjabat sebagai Ketua KONI Abdya

“Saya tidak akan menikmati seribu perak pun selama saya menjabat sebagai ketua. Insentif saya silakan dialihkan untuk cabor-cabor,” tegasnya

Ia juga meminta pengurus KONI Abdya agar tidak mencantumkan namanya sebagai penerima manfaat anggaran organisasi

“Untuk pengurus, silakan lakukan administrasi sesuai AD/ART KONI. Saya minta dengan tegas agar nama saya tidak dimasukkan sebagai pihak yang menikmati anggaran KONI,” kata Zulkarnaini

Mengakhiri pidatonya, Zulkarnaini memaparkan visi kepemimpinannya yang menekankan kolaborasi, satu komando, dan orientasi hasil yang jelas

“Misi saya, setiap visi dan misi harus ada ending-nya, ada cerita akhirnya. Jika saya dipercaya memimpin, saya ingin KONI menjadi payung dan satu komando yang berkolaborasi dengan seluruh cabor,” ungkapnya

Ia menegaskan fokus utamanya adalah kemajuan olahraga Aceh Barat Daya serta kesejahteraan atlet.

“Saya akan mencintai KONI, menyayangi cabang-cabang olahraga, dan menyayangi atlet-atlet Aceh Barat Daya,” pungkasnya (HD)
BERITA TERBARU