Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Mata Keluarkan Nanah, Bayi di Merangin Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Sigerindo, Merangi– Iba melihat kondisi Muhammad Fahri buah hati pasangan dari Parion dan Rohani yang masih berumur 5 bulan, warga Dusun Petekun, Desa Baru Nalo, Kecamatan Nalo Tantan, Merangin

Bagaimana tidak, di usianya yang belum genap satu tahun, bayi mungil ini harus berperang melawan penyakit mata yang dideritanya

Saat media dan organisasi Persatuan Wartawan Merangin (PWM) berkunjung, Fahri terlihat dipeluk ibunya sampai terlelap tidur setelah cairan dalam matanya kini sudah pecah

Menurut ayah Fahri, biasanya ia sulit tidur lantaran mungkin menahan sakit akibat matanya mengeluarkan nanah sejak tiga bulan terakhir

Penyakit yang di diagnosa sementara oleh dokter infeksi itu, mulai tampak saat balita itu mengalami gejala tidak bisa memejamkan mata atau maaf matanya terus melotot hingga nyaris keluar dari pelupuk.

Hari berganti hari, perlahan mulai terlihat membengkak dan mengeluarkan nanah
Tak jarang, sang ibu, Rohani, membersihkan nanah tersebut menggunakan kain basah atau tisu bayi.

“Kayak ado nanah gitu, kemudian kito bawa ke rumah Sakit Raudah Bangko, kemudian Rumah sakit Umum Bangko. Dak do perkembangan, Sampai kito bawa ke Rumah sakit di Padang. Sampai kini penyakitnyo belum bisa di pastikan oleh Dokter,” ungkap Rohani Kamis (11/02)

Berbagai upaya pengobatan telah dilakukan kedua pasutri tersebut untuk anak, namun kini mereka mengaku hanya bisa pasrah lantaran terkendala biaya pengobatan untuk bayi kesayangannya.

“Sekarang pakai obat Kampung la (obat Tradisional, red). Belum tau mau berobat, biaya jugo belum ado,” sebut Parion

Dirinya kini berharap, uluran tangan dari para dermawan untuk meringankan beban pengobatan putranya itu dengan langsung menghubungi nomor pribadinya di 082384050804

Saat ini, bayi tersebut sementara dibawa oleh kedua orang tuanya ke tempat keluarganya yang berada di Desa Tambang Baru, Kecamatan Tabir Lintas untuk memudahkan menjangkau akses ke fasilitas kesehatan

Sebab rumahnya di Dusun Petekun untuk sekedar mencapai Puskesmas Pembantu didesanya saja harus menempuh jarak lebih dari 10 Km

“Kareno dari Desa kami tu jauh untuk berobat. Jadi untuk mengantisipasi jiko hal buruk terjadi bisa lebih dekat aksesnyo kerumah Sakit,” pungkasnya Parion. (Tim Sigerindo Jambi)

Sumber : Beranda Jambi.co.id
BERITA TERBARU