Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Warga Mengeluh, 14 Tahun Dibangun Sub Terminal Agribisnis Kerinci Tak Berfungsi

Sigerindo, Kerinci -Warga menilai keberadaan Sub Terminal Agribisnis (STA) yang berlokasi di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi tidak berfungsi, bahkan terkesan diterlantarkan oleh Pemerintah

Padahal keberadaan STA yang sudah dibangun sejak tahun 2007 lalu diharapkan mampu menggairahkan aktivitas agribisnis dan sebagai pusat pemasaran hasil pertanian. Namun sangat disayangkan hingga kini kondisi STA tidak berfungsi dengan baik

Terminal agribisnis terbesar di Provinsi Jambi yang dibangun 14 tahun silam ini merupakan sarana pemasaran yang dibangun secara spesifik untuk melayani dan melaksanakan kegiatan distribusi dan pemasaran hasil pertanian petani/pelaku usaha pertanian dari sumber produksi ke lokasi tujuan pemasarannya

Yusni salah satu masyarakat Kabupaten Kerinci kepada media kami Jum’at (14/5/2021) mengatakan, tujuan dibangunnya STA salah satunya adalah sebagai fasilitator dalam pemasaran hasil pertanian, ujar Yusni

Sebelumnya, pembangunan STA ini disambut baik oleh para petani di Kabupaten Kerinci, Khususnya petani yang ada di Kecamatan Kayu Aro. karena ini satu-satunya STA terbesar di Provinsi Jambi. Namun sangat disayangkan STA tersebut hingga saat ini tidak berfungsi dan tidak sesuai dengan rencana awal, ucap Yusni

Riko (38) salah satu sopir Expedisi yang biasa membawa hasil pertanian jenis sayuran, tomat dan cabe dari Kerinci ke Pulau Jawa, menuturkan, seharusnya STA Kayu Aro ini difungsikan dengan baik oleh Pemerintah, karena ini juga sangat menguntungkan bagi kami mencari muatan untuk dibawa ke Pulau Jawa. Karena tidak berfungsinya STA ini, terpaksa kami langsung ke petani Dan tengkulak untuk mencari muatan, ungkap Riko dengan nada mengeluh

Menurut informasi yang dihimpun semenjak STA diresmikan hanya beroperasi dalam hitungan bulan saja, dan sekarang tidak ada beroperasi, Parahnya lagi tidak ada perawatan STA dari pihak Dinas terkait, sehingga jadi pertanyaan masyarakat dikemanakan dana pemeliharaan STA tersebut?

Hingga berita ini dipublis pihak UPTD STA Kayu Aro Kerinci belum diperoleh keterangannya secara resmi terkait tidak berfungsinya STA

Zoni Irawan aktivis senior Kabupaten Kerinci ketika dimintai tanggapannya terkait tidak optimalnya STA kerinci kepada media Sabtu (15/5/2021) menuturkan, kurang optimalnya aktivitas di STA kerinci, akibat kurangnya sosialisasi Pemerintah terhadap masyarakat, sehingga masyarakat menjual hasil pertaniannya ke tengkulak, tutupnya

Dia menyarankan agar Pemerintah Kabupaten Kerinci membuat jaringan ke daerah tujuan ekspor produk pertanian sekaligus merekomendasikan buyer yang baik lewat STA, tambah Zoni

“Iya seharusnya Bupati Kerinci tanggap dan jeli terhadap persolan STA ini, jika dibiarkan kondisinya seperti yang dikeluhkan warga bagaimaina Kerinci akan Lebih Baik dan Berkeadilan.”

Perlu untuk diketahui, Sub Terminal Agribisnis (STA) merupakan sarana pemasaran yang dibangun secara spesifik untuk melayani dan melaksanakan kegiatan distribusi pemasaran hasil pertanian dari sumber produksi ke lokasi tujuan pemasaran

Dengan adanya STA harapan masyarakat akan menjadi Lembaga yang Mapan dan mampu mengelola pasokan hasil pertanian yang memenuhi syarat kualitas dan kontiunitas yang pantas diterima baik oleh petani maupun konsumen, tutup Zoni. (tim)
BERITA TERBARU