Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



SMPN 3 Kepahiang Ikut Serta Mengucapkapan Hari Guru Nasional Dan HUT PGRI ke-76

Sigerindo Kepahiang-Sekolah Menengah Pertama Negeri 3.(SMPN3) Kepahiang Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional Dirgahayu PGRI Ke-76 ,di laksanakan tanggal 25 November 2021

Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 (SMPN3) Kepahiang Mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional Dan Dirgahayu PGRI ke-76 di pimpin Langsung Oleh Kepala Sekolah Marwan,M.pd.Beserta Ketua Panitia Patur Rahman M.Pd.Turut Hadir Para Guru Dan Siswa/Siswi Semangat Menyambut Hari Guru Nasional Dan HUT PGRI ke-76

Peringatan Hari Guru Nasional ke 76 tepat diperingati hari Kamis, 25 November 2021
Tema-Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 ini adalah “Bangkit Guru ku,Maju Negeri ku, Indonesia Tangguh,Indonesia Tumbuh. Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”. Peringatan hari guru nasional pun berkaitan dengan berdirinya Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Banyak sejarah yang sangat berarti di setiap peringatan HUT PGRI. Sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, hari guru sangat penting untuk diperingati dan diketahui sejarahnya, terutama oleh anak-anak.

Lalu, tahukah anda mengapa tanggal 25 November dipilih untuk memperingati Hari Guru Nasional?

Hal tersebut dikarenakan tanggal 25 November adalah hari berdirinya PGRI. Organisasi PGRI itu sendiri berawal dari Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) yang sudah ada sejak tahun 1912

Melansir dari laman PGRI, organisasi PGHB memiliki anggota yang terdiri dari Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah. Dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda mereka pada keyboard Sekolah Desa dan Sekolah Angka Dua

PGHB pun mendapat banyak tantangan untuk bisa memperjuangkan anggotanya dengan berbagai latar sosial dan pendidikan yang berbeda. Namun, PGHB menjadi jalan berkembanganya organisasi guru di Indoensia

Pada tahun 1932, nama organisasi PGHB berubah menjadi PGI yakni Persatuan Guru Indonesia yang sangat mencerminkan semangat kemerdekaan

Nama ini tentu mengejutkan dan mendapat perhatian dari pemerintah Belanda. Sebaliknya, nama yang sangat “Indonesia” ini menjadi impian dari organisasi guru saat itu

Akan tetapi, pada zaman kependudukan Jepang, organisasi PGI dilarang beraktivitas dan sekolah ditutup. Semangat kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 menjadi inspirasi untuk menyelenggarakan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta

Melalui kongres ini, segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan.

Di dalam kongres inilah pada tanggal 25 November 1945, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan. Dengan semangat kemerdekaan PGRI sepakat untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan, yakni

Mempertahankan dan menyempurnakan RI Mempertinggi tingkat dan membangun sesuai dengan dasar-dasar kerakyatanMembela hak dan nasib buruh umumnya, guru pada khususnya.

Sejak kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI)

Oleh karena itu, sebagai bentuk penghormatan kepada guru, pemerintah RI dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November.(Ita)
BERITA TERBARU