Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Di Duga Indikasi Korupsi (dd) Kakon Pamenang Inisial ( A N ) Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu

Sigerindo Pringsewu - Sebagai Media yang berfungsi sebagai sosial kontrol pada setiap kebijakan dan program pemerintah, baik dari tingkat pusat hingga ke pelosok daerah

Hal itu dilakukan, agar setiap kebijakan maupun program pemerintah, baik program pembangunan maupun program sosial kemasyarakatan berjalan dengan baik dan benar sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku

Salah satu program pemerintah yang hingga saat ini masih berjalan yaitu program pembangunan infrastruktur maupun program lainnya yang diambil dari Dana Desa (DD), dimana Dana Desa tersebut bersumber dari APBN

Tidak Terkecuali Pekon Pamenang Kecamatan Pagelaran,Kabupaten Pringsewu , yang pada Tahun Anggaran 2021 yang mendapatkan kucuran Dana Desa Pada tahun 2021 sebesar Rp.1.240.679.000 Yang diduga penggunaannya tidak sesuai dengan Juklak dan Juknis nya

Dugaan tersebut berdasarkan hasil temuan awak Media Sigerindo.com dan Bersama rekan aktivis LPK Selasa Mei 2022, serta keterangan dari beberapa warga masyarakat yang minta identitasnya untuk tidak dipublikasikan

Dari hasil investigasi tersebut, ada beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan Anggaran , dan diduga ada penyelewengan dana yang dilakukan oleh Kakon Pamenang sehingga berpotensi menimbulkan kerugian negara hingga ratusan juta rupiah

Pada tahun anggaran 2021 ada beberapa item yang diduga fiktif, mark up, dan manipulasi anggaran karena ditengarai tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang ada

Adapun rincian kegiatan yang diduga tidak sesuai dengan RABnya dari Dana Desa tahun anggaran 2021 tersebut adalah,

1) Pembiyayaan peyertaan Modal di tahap 1 dengan anggaran 125.000.000. yang di realisasikan hanya 40.000.000 tahap 2 dengan anggaran Rp 114.285.714 di realisasikan 72.000.000

2). Pengelolaan dan pembuatan jaringan/ instalasi jaringan komunikasi impormasi lokal desa tahap 1 dengan anggaran Rp 47.500.000 di realisasikan Rp 23.750.000

3). Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa** (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst),dengan anggaran Rp 9.000.000 di realisasikan 4.500.000

4). Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu),Anggaran sebesar Rp 31.818.182 di realisasikan Rp 10.500.000

5). Penyelengaraan desa siaga kesehatan dengan anggaran di tahap (1) Rp 21.000.000 di realisasikan Rp 5 250.000 di tahap (2) dengan anggaran 21.000.000. di realisasikan Rp .10.500.000

6).penyelenggaraan pos kesehatan desa(Pkd) polindes milik desa,obat obatan, tambahan insentip bidan desa, perawat desa, penyediaan pelayanan KB, dan alat kontrasepsi bagi keluarga miskin dengan anggaran di tahap (1) Rp. 10.714.286 di realisasikan 4.500.000

7). Pembangunan rehabilitasi peningkatan prasarana desa ( gorong gorong, selokan box/ slabert drenase Prasarana jalan dll dengan anggaran Rp 13.636.364 di realisasikan Rp 4.500.000

Kakon Pamenang disaat diminta konfirmasi di kantor nya beliau tidak ada di tempat dan sudah beberapa kali di datangi tidak pernah ada di kantor pekon bahkan aparatur desa mengatakan bahwa beliau ada urusan keperluan,sehingga terkesan menghindar

Namun sangat di sayangkan ketika awak media Sigerindo com dan Aktivis pengawas DPD LPK kabupaten Pringsewu saat konfirmasi kepada warga pekon Pamenang mengatakan bahwa ada warga nya mendapat bantuan bedah rumah tetapi tidak tepat sasaran, bahkan bantuan itu yang mendapat rumah yang layak ,

Ada pula anggaran untuk Penyelenggaraan Posyandu (Makanan Tambahan, Kelas Ibu Hamil, Kelas Lansia, Insentif Kader Posyandu),menurut keterangan salah satu petugas kader posyandu ia mengatakan pada tahun 2021 posyandu tidak berjalan padahal sudah di Anggarkan untuk di tahap (1) (2) (3) yang jelas untuk di tahap (2) dengan anggaran Rp 9.000.000 ,di realisasikan Rp 4.500.000

Menurut dugaan temuan penyelewengan penggunaan anggaran Dana Desa tersebut akan segera di tindak lanjuti ke aparat penegak hukum  Sementara hingga berita ini diturunkan belum berhasil di konfirmasi ( Rahman)
BERITA TERBARU