Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Apresiasi Vespa Listrik Karya Siswa MAN 2 Bandar Lampung

Sigerindo Jakarta --- Langkah Nyata Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bandar Lampung mengonversi kendaraan jenis Vespa 2 Tak menjadi Motor Listrik yang ditampilkan dalam pameran Devotion Experience (Dev-X) Kementerian Agama (Kemenag ). Fuzi Nur Ilahi dan M Angga Yulizar ialah dua siswa kelas 12 MAN 2 Bandar Lampung yang berhasil merakit motor listrik tersebut.

"Kebetulan madrasah kami adalah madrasah keterampilan. Kami dan tim punya ide untuk mengubah Vespa berbahan bakar minyak menjadi berbahan listrik," kata Fuzi, didampingi Angga di anjungan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, JCC, Senayan, Jakarta, 5 /1/24

Biaya pengerjaan motor Vespa ini diperkirakan sebanyak Rp40 juta. "Jika dikerjakan secara massal, mungkin harganya bisa lebih murah lagi terangny

Sedangkan itu Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Lampung H Puji Raharjo mengatakan, ini merupakan bukti nyata bahwa siswa madrasah tidak hanya mampu dalam bidang agama.

Mereka juga mampu menunjukkan kemampuan terbarukan yang mampu menjadi modal penting bagi kesuksesan hidup di masa depan

"Ini adalah bentuk pembekalan kepada para siswa madrasah yang ketika nanti lulus dari madrasah mereka memiliki kemampuan untuk pengembangan usaha," ujarnya

Sementara itu ditempat yang sama Kepala Badan Litbang Kemenag Amien Suyitno mengatakan konversi motor listrik yang dilakukan siswa madrasah menjadi kebanggaan karena mampu menciptakan kreasi baru. "Talenta-talenta seperti ini harus dikembangkan terus oleh madrasah. Karena ke depan yang dibutuhkan orang-orang yang punya skill, dan kemampuan beradaptasi," ujar Suyitno

Menurutnya, kreasi yang diciptakan ini menunjukkan bahwa madrasah sudah setara dengan sekolah-sekolah lain pada umumnya. Di samping itu madrasah memiliki keunggulan yang tidak dimiliki sekolah lain yakni dari sisi penguatan karakter spiritual dan sains-teknologi

"Jadi anak madrasah harus bangga. Anak madrasah sudah di atas rata-rata, sehingga mereka harus bangga. Tapi jangan lupa ada tantangan lebih besar, maka harus terus belajar, belajar, belajar," tandasnya (*)
BERITA TERBARU