Kunker Gubenur Lampung Mirza dan Gubernur Jwa Tengah Museum Nasional Transmigrasi Tegaskan Nilai Sejarah dan Peran Transmigrasi dalam Pembangunan Lampung
Sigerindo Pesawaran --- Heboh Museum Nasional Transmigrasi di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menjadi objek kunjungan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam rangka penguatan fungsi edukasi sejarah dan pelestarian nilai-nilai transmigrasi sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Provinsi Lampung, Rabu 7/1/26
Museum Nasional Transmigrasi merupakan pusat edukasi dan pelestarian sejarah program transmigrasi di Indonesia, khususnya yang berkaitan erat dengan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi terbesar.
Rombongan disambut oleh jajaran pengelola museum. Dalam kunjungan itu, para kepala daerah meninjau sejumlah ruang pamer yang menampilkan dokumentasi sejarah transmigrasi, koleksi benda peninggalan para transmigran, serta arsip perjalanan kebijakan transmigrasi dari masa ke masa.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Museum Nasional Transmigrasi memiliki nilai strategis sebagai pengingat sejarah sekaligus sarana pembelajaran bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan Lampung tidak terlepas dari peran besar para transmigran yang telah berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya.
“Transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi juga proses pembentukan peradaban baru. Museum ini menjadi saksi sejarah perjuangan dan semangat gotong royong para transmigran dalam membangun Lampung,” ujarnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan perhatian pemerintah terhadap pengembangan Museum Nasional Transmigrasi sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi berskala nasional tersebut jelasnya (*AI)
Museum Nasional Transmigrasi merupakan pusat edukasi dan pelestarian sejarah program transmigrasi di Indonesia, khususnya yang berkaitan erat dengan Provinsi Lampung sebagai salah satu daerah tujuan transmigrasi terbesar.
Rombongan disambut oleh jajaran pengelola museum. Dalam kunjungan itu, para kepala daerah meninjau sejumlah ruang pamer yang menampilkan dokumentasi sejarah transmigrasi, koleksi benda peninggalan para transmigran, serta arsip perjalanan kebijakan transmigrasi dari masa ke masa.
Sementara dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Museum Nasional Transmigrasi memiliki nilai strategis sebagai pengingat sejarah sekaligus sarana pembelajaran bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pembangunan Lampung tidak terlepas dari peran besar para transmigran yang telah berkontribusi terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya.
“Transmigrasi bukan sekadar perpindahan penduduk, tetapi juga proses pembentukan peradaban baru. Museum ini menjadi saksi sejarah perjuangan dan semangat gotong royong para transmigran dalam membangun Lampung,” ujarnya.
Kunjungan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan perhatian pemerintah terhadap pengembangan Museum Nasional Transmigrasi sebagai destinasi wisata sejarah dan edukasi berskala nasional tersebut jelasnya (*AI)

