Rumah Dhuafa di Abdya Belum Miliki Sertifikat, Mustiari Menilai Kinerja Pemda Lambat
Sigerindo Aceh Barat Daya -- Wakil ketua I DPRK Abdya Mustiari atau yang akrab disapa Mus Seudong kembali melontarkan kritikan terhadap lambatnya kinerja pemerintah daerah dalam menyelesaikan persoalan sertifikat rumah dhuafa yang hingga kini belum tuntas
Ia menilai pemerintah daerah terlalu lama berkutat dalam rapat tanpa menghasilkan langkah konkret di lapangan. Rabu,06/05/2026
Menurutnya, masyarakat miskin tidak membutuhkan janji, melainkan kepastian hukum atas rumah yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Mus Seudong setelah pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak legislatif dan eksekutif
Dalam forum itu, kedua pihak menyepakati akan dilakukan verifikasi faktual terhadap rumah bantuan dhuafa yang status kepemilikannya masih belum jelas meski program tersebut telah berjalan sejak belasan tahun lalu
“Rakyat sudah terlalu lama menunggu kepastian. Ini bukan persoalan baru, ini masalah lama yang belum diselesaikan. Setelah RDP kemarin, saya minta pemerintah langsung fokus. Jangan lagi menunda dengan berbagai alasan,” Tegas Mus Seudong
Lanjutnya, Mus sedong menekankan bahwa jadwal verifikasi yang akan disusun oleh pemerintah harus menjadi prioritas utama dan segera dijalankan. Ia tidak ingin agenda tersebut hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat
Mus Seudong menilai verifikasi lapangan merupakan langkah krusial untuk memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi riil
Ia juga menegaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat
“Verifikasi bukan sekadar mencatat di atas kertas. Tim harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi rumah, memastikan siapa yang berhak, dan menuntaskan persoalan administrasi. DPRK akan mengawal proses ini secara serius,” tegasnya
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi warga dhuafa yang telah lama menempati rumah bantuan tanpa memiliki sertifikat resmi
Kondisi ini dinilai sangat merugikan karena mereka tidak memiliki kepastian hukum atas tempat tinggalnya sendiri
Menurutnya, ketidakjelasan status kepemilikan tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru di masa depan, termasuk sengketa lahan atau kesulitan dalam mengakses bantuan lainnya
“Bayangkan, mereka tinggal di rumah itu bertahun-tahun, tetapi tidak punya bukti kepemilikan. Ini sangat tidak adil. Negara harus hadir memberikan kepastian, terutama bagi masyarakat miskin,” ungkapnya
Mus Seudong juga memastikan dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk memantau proses verifikasi
"Saya ingin memastikan bahwa program tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan kesepakatan dan tidak kembali terhambat oleh birokrasi yang berbelit." Tambahnya
Ia meminta dinas terkait untuk segera menyusun jadwal yang jelas dan melibatkan semua pihak yang berkompeten agar proses verifikasi dapat berjalan efektif dan efisien
“Kalau sudah ada jadwal, langsung jalankan. Jangan tunggu lama. Kami di DPRK akan ikut mengawasi dan memastikan tidak ada lagi hambatan di lapangan,” ujarnya
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan sertifikat rumah dhuafa bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut harkat dan martabat masyarakat kecil
Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas
Mus Seudong juga menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mempercepat penyelesaian masalah ini
Ia meminta semua pihak untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat
“Ini bukan kerja satu instansi saja. Semua pihak harus terlibat dan bergerak bersama. Kalau tidak ada koordinasi yang baik, masalah ini akan terus berulang,” katanya
Ia juga mengingatkan bahwa lambatnya penyelesaian persoalan ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
Oleh karena itu, ia mendesak agar langkah konkret segera diambil untuk membuktikan komitmen pemerintah dalam melayani rakyat
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Pemerintah harus menunjukkan bahwa mereka serius menyelesaikan masalah ini,” tegasnya lagi
Mus Seudong berharap verifikasi yang akan dilakukan dapat menjadi pintu masuk untuk penyelesaian permanen persoalan sertifikat rumah dhuafa di Aceh Barat Daya
Ia menegaskan bahwa DPRK akan terus mengawal hingga seluruh warga penerima bantuan mendapatkan haknya secara penuh
“Fokus, kerja cepat, dan tuntaskan. Itu yang masyarakat butuhkan saat ini,” pungkasnya.(HD)
Ia menilai pemerintah daerah terlalu lama berkutat dalam rapat tanpa menghasilkan langkah konkret di lapangan. Rabu,06/05/2026
Menurutnya, masyarakat miskin tidak membutuhkan janji, melainkan kepastian hukum atas rumah yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Mus Seudong setelah pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara pihak legislatif dan eksekutif
Dalam forum itu, kedua pihak menyepakati akan dilakukan verifikasi faktual terhadap rumah bantuan dhuafa yang status kepemilikannya masih belum jelas meski program tersebut telah berjalan sejak belasan tahun lalu
“Rakyat sudah terlalu lama menunggu kepastian. Ini bukan persoalan baru, ini masalah lama yang belum diselesaikan. Setelah RDP kemarin, saya minta pemerintah langsung fokus. Jangan lagi menunda dengan berbagai alasan,” Tegas Mus Seudong
Lanjutnya, Mus sedong menekankan bahwa jadwal verifikasi yang akan disusun oleh pemerintah harus menjadi prioritas utama dan segera dijalankan. Ia tidak ingin agenda tersebut hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata bagi masyarakat
Mus Seudong menilai verifikasi lapangan merupakan langkah krusial untuk memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kondisi riil
Ia juga menegaskan bahwa proses tersebut harus dilakukan secara transparan dan akuntabel agar tidak menimbulkan polemik baru di tengah masyarakat
“Verifikasi bukan sekadar mencatat di atas kertas. Tim harus turun langsung ke lapangan, melihat kondisi rumah, memastikan siapa yang berhak, dan menuntaskan persoalan administrasi. DPRK akan mengawal proses ini secara serius,” tegasnya
Ia juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi warga dhuafa yang telah lama menempati rumah bantuan tanpa memiliki sertifikat resmi
Kondisi ini dinilai sangat merugikan karena mereka tidak memiliki kepastian hukum atas tempat tinggalnya sendiri
Menurutnya, ketidakjelasan status kepemilikan tersebut berpotensi menimbulkan masalah baru di masa depan, termasuk sengketa lahan atau kesulitan dalam mengakses bantuan lainnya
“Bayangkan, mereka tinggal di rumah itu bertahun-tahun, tetapi tidak punya bukti kepemilikan. Ini sangat tidak adil. Negara harus hadir memberikan kepastian, terutama bagi masyarakat miskin,” ungkapnya
Mus Seudong juga memastikan dirinya akan turun langsung ke lapangan untuk memantau proses verifikasi
"Saya ingin memastikan bahwa program tersebut benar-benar berjalan sesuai dengan kesepakatan dan tidak kembali terhambat oleh birokrasi yang berbelit." Tambahnya
Ia meminta dinas terkait untuk segera menyusun jadwal yang jelas dan melibatkan semua pihak yang berkompeten agar proses verifikasi dapat berjalan efektif dan efisien
“Kalau sudah ada jadwal, langsung jalankan. Jangan tunggu lama. Kami di DPRK akan ikut mengawasi dan memastikan tidak ada lagi hambatan di lapangan,” ujarnya
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa persoalan sertifikat rumah dhuafa bukan sekadar urusan administrasi, tetapi menyangkut harkat dan martabat masyarakat kecil
Ia menilai pemerintah memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara tuntas
Mus Seudong juga menyoroti pentingnya koordinasi antarinstansi dalam mempercepat penyelesaian masalah ini
Ia meminta semua pihak untuk meninggalkan ego sektoral dan bekerja sama demi kepentingan masyarakat
“Ini bukan kerja satu instansi saja. Semua pihak harus terlibat dan bergerak bersama. Kalau tidak ada koordinasi yang baik, masalah ini akan terus berulang,” katanya
Ia juga mengingatkan bahwa lambatnya penyelesaian persoalan ini dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah
Oleh karena itu, ia mendesak agar langkah konkret segera diambil untuk membuktikan komitmen pemerintah dalam melayani rakyat
“Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan. Pemerintah harus menunjukkan bahwa mereka serius menyelesaikan masalah ini,” tegasnya lagi
Mus Seudong berharap verifikasi yang akan dilakukan dapat menjadi pintu masuk untuk penyelesaian permanen persoalan sertifikat rumah dhuafa di Aceh Barat Daya
Ia menegaskan bahwa DPRK akan terus mengawal hingga seluruh warga penerima bantuan mendapatkan haknya secara penuh
“Fokus, kerja cepat, dan tuntaskan. Itu yang masyarakat butuhkan saat ini,” pungkasnya.(HD)

