Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting


Terimakasi Pemprov Lampung Gelar Operasi Pasar Minyakita, Warga Bisa Hemat hingga Rp7 Ribu per Liter

Sigerindo Metro -- Pemerintah Provinsi Lampung resmi menggelar Operasi Pasar Minyakita secara serentak di 15 kabupaten/kota mulai Selasa, 12 Mei 2026. Langkah ini dilakukan untuk menstabilkan harga minyak goreng sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah melonjaknya harga kebutuhan pokok

Dengan Operasi pasar murah tersebut berlangsung di 20 titik pasar pantauan SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok) yang tersebar di seluruh wilayah Lampung. Dalam program ini, pemerintah menyiapkan sebanyak 1 juta liter minyak goreng Minyakita untuk memenuhi kebutuhan masyarakat

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah, serta menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain itu, pemerintah juga memastikan pasokan minyak goreng tetap tersedia dengan harga terjangkau

Pemerintah Kota Metro turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan menyediakan 350 dus Minyakita, atau setara 4.200 liter minyak goreng. Pelaksanaan operasi pasar di Kota Metro dipusatkan di Pasar Kopindo dan berlangsung selama tujuh hari kerja

Operasi pasar dilaksanakan secara bertahap. Tahap pertama berlangsung pada 12–13 Mei 2026. Sementara tahap kedua dijadwalkan pada 18–22 Mei 2026.

Sementara dalam kegiatan tersebut, minyak goreng Minyakita dijual seharga Rp15.500 per liter. Untuk menjaga pemerataan distribusi, setiap warga dibatasi membeli maksimal dua liter.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak hari pertama pelaksanaan. Salah seorang warga, Nur (32), mengaku sangat terbantu karena harga minyak goreng yang dijual jauh lebih murah dibandingkan di pasaran

“Untuk satu liter bisa selisih sampai Rp7 ribu dibandingkan harga di toko. Kami senang kalau kegiatan seperti ini terus dilakukan karena harga kebutuhan pokok sekarang semakin mahal,” jelasnya

Melalui operasi pasar ini, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan tekanan kenaikan harga bahan pokok dapat ditekan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga di berbagai daerah tersebut tandasnya (*Rilis/Toni)
BERITA TERBARU