Revitalisasi TK Dharma Wanita: Hibah Tanah Dibuat Setelah Pembangunan Berjalan 80%
Sigerindo Tulang Bawang Barat -- Carek Tiyuh Marga Kencana, Wasidi, mengungkapkan ketidakwajaran proses pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) TK Dharma Wanita di wilayahnya. Saat dikonfirmasi Selasa (6/10/2026), ia menyatakan pembangunan justru didahului pengerjaan, baru kemudian dibuatkan surat hibah tanah
"Awalnya belum ada hibah, belum ada musyawarah dengan Kepalo Tiyuh maupun BPT. Kepalo dan BPT juga tidak mau—belum ada musyawarah dan surat keterangan hibah. Belakangan ini, setelah pondasi mulai dikerjakan, barulah Ketua PUD mengirim pesan: 'Pak, kami mulai pengerjaan,' padahal saat itu belum ada surat maupun hibah dari Kepalo Tiyuh dan Ketua BPT," ungkap Wasidi
Ia menambahkan, permintaan pembuatan surat hibah baru muncul setelah pembangunan berjalan sekitar 80%, sebagai syarat pencairan dana dari pusat
"Jadi kenyataannya, kegiatan sudah berjalan sekitar 80% baru ada hibah. Saya tidak menambah atau mengurangi, apa yang terjadi begitulah adanya," tegasnya
"Dokumen hibah pun dibuat bukan sebelum pembangunan, melainkan setelah pengerjaan berlangsung. Baru kemudian disepakati bersama, diketahui Kepalo Tiyuh dan Ketua BPT sebagai hasil musyawarah," lanjutnya
Kini, dengan tambahan hibah dari Kepalo Tiyuh, lokasi digabungkan dengan lahan TK lama menjadi satu kesatuan berukuran 25 x 25 meter persegi, dengan bangunan lama diratakan dan pembangunan baru ditempatkan di bagian belakang
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua TK Dharma Wanita, Fera, memberikan penjelasan berbeda. Menurutnya, surat hibah sebenarnya sudah disusun sejak tahun lalu, namun terkendala penandatanganan
"Dari dulu sudah ada, hanya saja Kepalo Tiyuh belum mau tanda tangan jika Ketua BPT belum menandatangani, dan sebaliknya. Akhirnya kemarin kami duduk bersama—masa bangunan sudah berdiri kami tolak? Bukan berarti tidak ada koordinasi sejak awal," ujar Fera
Ia mengonfirmasi surat dikerjakan Carek, sebagian anggota BPT dan saksi sudah menandatangani, tinggal Ketua BPT dan Kepalo Tiyuh yang belum. Surat hibah versi lama memang ada namun terpisah-pisah, dibuat pada masa Kepalo Tiyuh terdahulu
Terkait hibah baru yang disepakati 15 September 2026, sementara peletakan batu pertama sudah dilakukan 8 Juli 2026, Fera menjelaskan:
"Memang baru disepakati, namun drafnya sudah ada sejak tahun lalu. Ini bukan pembuatan baru, sekadar melengkapi tanda tangan Kepalo Tiyuh dan Ketua BPT yang menjabat saat ini."
Untuk pencairan dana tahun ini, pihaknya masih menggunakan dokumen hibah lama dari masa pimpinan sebelumnya. Fera menyatakan sudah meminta pembaruan dari Kepalo Tiyuh yang sekarang agar lahan disatukan menjadi lokasi berukuran 25 x 25 meter persegi (Robert)
"Awalnya belum ada hibah, belum ada musyawarah dengan Kepalo Tiyuh maupun BPT. Kepalo dan BPT juga tidak mau—belum ada musyawarah dan surat keterangan hibah. Belakangan ini, setelah pondasi mulai dikerjakan, barulah Ketua PUD mengirim pesan: 'Pak, kami mulai pengerjaan,' padahal saat itu belum ada surat maupun hibah dari Kepalo Tiyuh dan Ketua BPT," ungkap Wasidi
Ia menambahkan, permintaan pembuatan surat hibah baru muncul setelah pembangunan berjalan sekitar 80%, sebagai syarat pencairan dana dari pusat
"Jadi kenyataannya, kegiatan sudah berjalan sekitar 80% baru ada hibah. Saya tidak menambah atau mengurangi, apa yang terjadi begitulah adanya," tegasnya
"Dokumen hibah pun dibuat bukan sebelum pembangunan, melainkan setelah pengerjaan berlangsung. Baru kemudian disepakati bersama, diketahui Kepalo Tiyuh dan Ketua BPT sebagai hasil musyawarah," lanjutnya
Kini, dengan tambahan hibah dari Kepalo Tiyuh, lokasi digabungkan dengan lahan TK lama menjadi satu kesatuan berukuran 25 x 25 meter persegi, dengan bangunan lama diratakan dan pembangunan baru ditempatkan di bagian belakang
Sementara itu ditempat yang sama, Ketua TK Dharma Wanita, Fera, memberikan penjelasan berbeda. Menurutnya, surat hibah sebenarnya sudah disusun sejak tahun lalu, namun terkendala penandatanganan
"Dari dulu sudah ada, hanya saja Kepalo Tiyuh belum mau tanda tangan jika Ketua BPT belum menandatangani, dan sebaliknya. Akhirnya kemarin kami duduk bersama—masa bangunan sudah berdiri kami tolak? Bukan berarti tidak ada koordinasi sejak awal," ujar Fera
Ia mengonfirmasi surat dikerjakan Carek, sebagian anggota BPT dan saksi sudah menandatangani, tinggal Ketua BPT dan Kepalo Tiyuh yang belum. Surat hibah versi lama memang ada namun terpisah-pisah, dibuat pada masa Kepalo Tiyuh terdahulu
Terkait hibah baru yang disepakati 15 September 2026, sementara peletakan batu pertama sudah dilakukan 8 Juli 2026, Fera menjelaskan:
"Memang baru disepakati, namun drafnya sudah ada sejak tahun lalu. Ini bukan pembuatan baru, sekadar melengkapi tanda tangan Kepalo Tiyuh dan Ketua BPT yang menjabat saat ini."
Untuk pencairan dana tahun ini, pihaknya masih menggunakan dokumen hibah lama dari masa pimpinan sebelumnya. Fera menyatakan sudah meminta pembaruan dari Kepalo Tiyuh yang sekarang agar lahan disatukan menjadi lokasi berukuran 25 x 25 meter persegi (Robert)

