Polres Muaro Jambi akan terus melakukan penangkapan illegal drilling Dua Truk Angkut Minyak Ilegal Digelandang Ke Polres Muaro Jambi - SIGERINDO.COM

Polres Muaro Jambi akan terus melakukan penangkapan illegal drilling Dua Truk Angkut Minyak Ilegal Digelandang Ke Polres Muaro Jambi

Polres Muaro Jambi akan terus melakukan penangkapan illegal drilling    Dua Truk Angkut Minyak Ilegal Digelandang Ke Polres Muaro Jambi

Sigerindo Muaro Jambi -  Kembali Unit Reskrim polres muaro jambi dan Polsek Mestong telah mengamankan dua truk beserta sopirnya terkait mengangkut minyak tanpa dilengkapi dokumen yang sah pada Jumat 15/01 pukul 17.35 wib.dan dua truk di amankan di polres muaro jambi

Kapolres Muaro Jambi AKBP Ardiyanto SiK MH melalui Kasubag Humas AKP. Amradi. SE. Menyampaikan jajaran Polres Muaro Jambi kembali mengamankan dua truk bermuatan minyak tanpa dokumen sah beserta dua orang pelaku nya

Pelaku yang diamankan
1. *SUJONO Bin DAIM (Alm)*, 45 tahun, laki-laki, Islam, Sopir, Alamat RT.30 Desa Talang Belido Kec. Sungai Gelam Kab. Muaro Jambi.
2. M JAMIL Bin BUSTAMI*, 42 tahun, laki-laki, Islam, Sopir, Alamat Desa Ranto Majo Kec. Sekernan Kab. Muaro Jambi

Truk yang mengamankan
1 (satu) unit mobil Truck Canter warna Kuning dengan No Pol : BH 8348 ZU . Bermuatan minyak tanah -/+10.000Liter

1 unit truk Box PS 100 nopol B 9144 WQO dengan muatan minyak tanah -+ 9 RB liter
Jumlah minyak 19 ribu liter

Lokasi penangkapan di Jl Lintas Jambi-Palembang Km.40 Rt.04 Desa Suka Damai Kec. Mestong Kab. Muaro Jambi. Ungkap Amradi


"Para pelaku mengangkut minyak tanah ilegal yang berasal dari Desa Bedeng Arang Kec. Bayung Lincir Kab. Musi Banyuasin Sumsel

Kasubag Humas AKP Amradi menjelaskan
"Setiap orang yang meniru atau memalsukan bahan bakar minyak dan gas bumi dan hasil olahan bahan bakar minyak serta hasil olahan tertentu yang dipasarkan didalam negeri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat wajib memenuhi standar dan mutu yang ditetapkan oleh pemerintah atau Setiap orang yang melakukan pengangkutan minyak bumi tanpa izin usaha pengangkutan atau barang siapa yg mengangkut sesuatu benda yg patut diduga berasal dr hasil kejahatan dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan denda
paling tinggi Rp40.000.000.000,00 (empat puluh miliar rupiah)

Pelaku melanggar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 atau Pasal 53 huruf b UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi atau pasal 480 KUHP. Tegas Kapolres melalui Kasubag Humas (Rilis)