Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Danramil 02/Woyla Suntikkan Semangat Perjuangan Kepada Petani Cabai Di Tengah Pandemi

Sigerindo Aceh Barat - Dalam upaya mendukung pemulihan ekonomi di masa pandemi, Danramil 02/Woyla Kodim 0105/Abar Kapten lnf Muhammaddar dengan pihak Badan Penyuluh Pertanian (BPP) mengadakan Rapat Teknis dengan para Petani Cabai Merah sebagai tindak lanjut mendongkrak Visi dan Misi Pemerintah yang digelar di Gampong Alue Panyang Kecamatan Woyla, Jum'at (15/7/2021)

Sebelumnya, Kelompok Tani yang bernama Rezeki Tani mendapatkan bantuan sarana produksi kawasan Cabai dengan lahan sekitar ± 5 Ha dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura.

Agar sektor pertanian ini bisa terwujud dan berhasil, maka BPP Kecamatan Woyla mengadakan Rapat dan Sosialisasi dengan para Petani Cabai yang dihadiri juga oleh Danramil 02/Woyla. Tujuannya adalah untuk memberikan penyuluhan tentang budidaya komoditi tanaman Cabai termasuk mekanisme pemasarannya

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPP Kabupaten Aceh Barat Bapak Syafril mengemukakan bahwa saat ini kebutuhan akan cabai sangatlah tinggi. Untuk memenuhinya terkadang harus mengandalkan import dari luar daerah

"Cabai merah memang tanaman yang cepat menghasilkan buah, setidaknya hanya butuh waktu 3 (tiga) bulan untuk bisa memetik hasilnya. Apalagi dengan perlakuan yang baik dan perawatan yang tepat terhadap tanaman, maka bisa memberikan hasil yang berlimpah ruah dan ini sangat baik membangkitkan ekonomi petani di tengah pandemi. Selain berkebun, warga juga bisa memanfaatkan pekarangan rumah yang tidak berfungsi", ujar Syafril

Berkaca dari yang disampaikan Kepala BPP, Danramil 02/Woyla sangat mendukung akan pengembangan kawasan tanaman Cabai ini. Sebab, prospeknya sangat menjanjikan dan bisa dijadikan sebagai sumber ekonomi dalam menghadapi wabah pandemi.

"Setidaknya ada 2 (dua) opsi yang bisa dijadikan panduan untuk bercocok tanam Cabai. Pertama adalah opsi Mandiri, dengan maksud sepenuhnya pengolahan lahan pertanian dilakukan oleh Petani itu sendiri. Sedangkan untuk opsi yang kedua adalah opsi Bapak Angkat yang bermakna menggunakan jasa pihak lain dengan sistim perjanjian bagi hasil atau sewa lahan", ungkap Kapten Muhammaddar

Danramil 02/Woyla pun menyampaikan Program ini sangat besar manfaatnya. Untuk itu masyarakat harus lebih gigih dan bersemangat lagi dalam menjalankannya sebagai kegiatan Ketahanan Pangan di wilayah

"Sektor Pertanian saat ini justru menjadi pengaman dalam menghadapi wabah virus Covid - 19. Sehingga sektor ini tidak bisa dianggap remeh, karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat. Pertanian juga memiliki nilai ekonomi yang mampu membuat lndonesia bertahan dari ancaman krisi global, termasuk krisis yang diakibatkan oleh wabah Covid - 19 seperti saat ini. Jadi, kami mengajak masyarakat untuk bersungguh - sungguh mempertanggung jawabkan bantuan ini, sehingga logistik kitapun semakin kuat", ucap Danramil membakar semangat Warga (Rilis)
BERITA TERBARU