Nomor Antrian SPMB SMPN 2 Tubaba Diduga Dikuasai Oknum, Publik Minta Klarifikasi
Sigerindo TUBABA – Polemik Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri 2 Tulang Bawang Barat kembali disorot. Setelah pemberitaan sebelumnya menyebut proses SPMB diduga amburadul, kini publik mempertanyakan soal pembagian nomor antrian yang diduga dipegang oleh pihak di luar panitia resmi.
Plt. Kepala Sekolah SMPN 2 Tubaba, Dewi, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat 3/7/2026, memberikan klarifikasi terkait pelaksanaan SPMB tahun ini.
"Tahun ini hanya 288 kuota SPMB dan hanya 3 hari pelaksanaan SPMB, dari hari Rabu, Kamis dan Jumat hari terakhir," ujar Kepsek.
Ia menjelaskan, pihak sekolah sudah lebih dulu membentuk panitia pelaksana SPMB. Terkait pembagian nomor antrian, Dewi menyebut memang sengaja dibatasi.
"Kita membagikan nomor antrian memang terbatas, tidak bisa membagikan nomor antrian banyak-banyak. Memang dibatasi karena jam 3 kita harus input data ke dinas," jelasnya.
Menurutnya, pembatasan itu dilakukan agar Dinas Pendidikan mengetahui ke mana saja anak-anak tersebut mendaftar. Tujuannya agar tidak ada siswa yang sudah mendaftar tapi tidak diterima di sekolah sesuai zonasi.
"Supaya dinas tahu anak-anak tersebut mendaftar ke mana saja. Supaya jangan sampai anak-anak yang telah mendaftar tidak keterima di sekolah di tempat mendaftar menurut zonasinya," jelas dia.
Namun hingga berita ini diturunkan, pertanyaan publik belum terjawab tuntas. Terutama terkait siapa saja yang memegang dan membagikan nomor antrian, karena ada dugaan oknum di luar panitia resmi ikut terlibat.(Robert)

