Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting




Sang Kreasi Inovasi Genset Non BBM Minta Perhatian KSP Moeldoko

Sigerindo Tegal  - Sertu Daryanto sang pembuat Kreasi Inovasi Genset Non BBM yang juga sebagai anggota TNI AD aktif di Kodim 0712/Tegal ini bersama Koalisi KAWALI DPD Tegal Jawa Tengah memohon perhatian Pemerintah melalui video yang dibuat di workshopnya

Dalam video yang berdurasi 2 menit 29 detik Sertu. Daryanto menyampaikan permohonan kepada Jenderal ( Purnawirawan ) Dr.H Moeldoko, S.IP selaku Kepala Staff Kepresidenan ( KSP ) untuk berkenan menyambangi dan melihat hasil karya kreasiinovasi Genset non BBM yang juga merupakan pengembangan energi listrik baru yang diterbarukan

Diberitakan sebelumnya bahwa anggota Babinsa dari kodim 0712/Tegal, Sertu.Daryanto menceritakan, awal dirinya mempunyai gagasan mengenai program kerja kelistrikan daerah tertinggal ( P2k2dt ).

"Saat melaksanakan tugas di kodim 1803 /Fak Fak Papua barat,sebagai Babinsa disana.Saya melihat masih sangat minim penerangan di wilayah itu. saya sangat prihatin akhirnya timbulah gagasan pembuatan mesin penghemat daya listrik ini" cerita Sertu.Daryanto saat di wawancarai diruang workshopnya diwilayah Tegal, Jawa tengah.Kamis ( 08/04/2020 )

Ia sampaikan, hal itu sebuah pembinaan toritorial ( Binter ) dengan pengenalan program, saat penugasan after di Papua barat, Kodam XVII I kasuari

Menurutnya, di undang -undang No.34 tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia, program itu termasuk salah satu tugas Pokok dalam membantu tugas pemerintahan di daerah.

Prajurit angkatan darat ini sangat menyakini gagasannya akan berhasil dan di terima oleh pemerintah daerah Papua barat

"Saya selama tugas 1 tahun di wilayah Papua barat sangat gencar mensosialisasikan ke masyarakat terpencil baik yang berada di pegunungan ataupun di wilayah pesisir," paparnya.

ia memaparkan, untuk mesin penghemat daya listrik tersebut dapat digunakan untuk home industri, nelayan, maupun di dalam rumah tangga

"Spesifikasi daya yang digunakan 5000 whatt- 10.000 whatt dapat digunakan home industri, daya listrik pada umumnya juga tersedia 900 whatt untuk rumah tangga,"paparnya

Sertu Daryanto berharap, mendapat dukungan dari para pimpinan TNI- AD maupun pemerintah pusat atas programnya, karena menurut Daryanto hal itu dapat dikatakan membantu program pemerintah pusat untuk membangkitkan pemulihan ekonomi fasca pandemi.

"Dalam waktu dekat ini, alat mesin penghemat daya listrik ini akan segera di bawa ke Papua barat, bekerja sama dengan perusahaan lokal disana yaitu PT.Hasjar Fan Jaya," tuturny (Rilis)

BERITA TERBARU