Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget Atas Posting



Aneh Tapi Nyata Taekwondoin Asal Lamteng Kecewa Berat Tak Bisa Ikut Ujian

Sigerindo Lampung Tengah - Nasib Tujuh Taekwondoin (satu pelatih dan enam siswa) dari salah unit taekwondo asal Lampung Tengah teraktung - katung mengaku kecewa lantaran tidak bisa mengikuti ujian tingkat sabuk Dan/Poom, 9 Desember 2022 ujarnya

Disebabkan karenah masalah teknis yang disebutnya tidak mendasar. Salah satu orang tua taekwondoin, Andi Antoni mewakili orang tua siswa lainnya menuturkan bahwa sebelum jadwal ujian naik tingkat, seorang pelatih taekwondo tersebut sudah mengirimkan surat rekomendasi agar tujuh taekwondoin bisa mengikuti ujian kenaikan tingkat Kukiwon di Bandar Lampung, 8-9 Januari 2022.

“Karenah surat rekomendasi dikirimkan kepada Plt. Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Lamteng yang dijabat dari unsur Pengprov TI Lampung. Pada 10 Desember 2021, pelatih menghadap Plt. Ketua Pengkab TI Lamteng sekaligus merangkap panitia ujian kenaikan tingkat sabuk hitam. Tujuannya meminta surat rekomendasi sebagai kelengkapan berkas sebagai syarat untuk mendaftar pada ujian,” ujar Andi menirukan dari keterangan sang pelatih yang dimaksud.

Namun, bukannya memberi rekomendasi, kata Andi Antoni, Plt. Ketua Pengkab TI Lamteng malah menyarankan agar pelatih dari unit taekwondo itu mengajukan surat permintaan maaf terkait dengan keikutsertaan memenuhi undangan pada Musyawarah Kabupaten TI Lamteng yang diselenggarakan pada 4 April 2021 yang lalu oleh Pengkab TI Lamteng. Muskab digelar sebulan sebelum habisnya masa kepengurusan Pengkab TI Lamteng periode 2017-2021.

Andi Antoni menyatakan pelatih bilang untuk apa minta maaf. “Buat apa minta maaf? Tunjukkan dasarnya bahwa Muskab TI adalah sebuah kesalahan dalam organisasi taekwondo agar itu bisa menjadi dasar untuk permintaan maaf? Hingga saat ini belum ada surat pihak dari organisasi taekwondo yang menyatakan bahwa itu sebuah kesalahan,” tukasnya

Sebagai bentuk rasa tanggung jawab, kata Andi Antoni, sang pelatih tetap mendaftarkan. “Pendaftaran tadinya hendak ditolak sebelum mengajukan permintaan maaf. Tapi pelatih bilang terima dahulu berkasnya dan uang pendaftarannya. Dijelaskan hingga saat ini masih bersih, tidak dalam menjalani masa skorsing, tidak pernah menerima SP, dan masa/waktu berlatih untuk dapat mengikuti ujian sudah sampai. Lalu panitia bertanya seandainya ini nanti ditolak bagaimana? Dikatakan pelatih, kembalikan ke Pengprov kebijakannya bagaimana, namun harus dengan alasan yang berdasar agar dijelaskan kepada orang tua taekwondoin. Pada hari itu pun berkas dan uang ujiannya diterima oleh panitia,” ujarnya.

Kurang yakin dengan Plt. ketua Pengkab TI Lamteng yang tidak memberikan surat rekomendasi meskipun berkas sudah diterima, kata Andi Antoni, pelatih tersebut menghubungi Ketum Pengprov TI Lampung melalui telepon bermaksud mengadukan hal ini. “Bukannya membela, malah hal yang sama pun beliau ucapkan bahwa Plt. ketua Pengkab TI Lamteng itu benar. Disarankan harus minta maaf karena mengikuti Muskab TI Lamteng yang tidak dihadiri oleh Pengprov. Saya tanya apakah surat undangan dan pemberitahuan muskab sudah diterima oleh Pengprov, dijawab sudah,” katanya

Pada Sabtu, 18 Desember 2021, kata Andi Antoni, uang dan berkas ujian dikembalikan tanpa penjelasan dan alasan yang berdasar

“Hal ini disampaikan pada para orang tua taekwondoin, terlihat kekecewaan. Sudah lama berlatih dan menunggu untuk ujian kenaikan tingkatan Dan yang mundur dikarenakan Covid-19, ketika ujian sudah bisa dilaksanakan malah tidak bisa ikut,” sesalnya.

Terkait hal ini mereka berharap ada perhatian dari pihak-pihak terkait. Diantaranya KONI Lampung dan Lampung Tengah, Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Komisi IV DPRD Lampung Tengah, serta Dinas Pemuda dan olah Raga Lampung Tengah dikutip dari Radar Lamteng Jangan sampai masalah seperti ini terulang. Kasihanlah anak-anak kita yang tidak tahu apa-apa malah menjadi korban,” pungkasnya sementara itu piahak terkait belum berhasil dikonfiemasi (Redaksi)
BERITA TERBARU