H. Bambang Imam Santosa Wali Kota Metro Dorong Tabungan Umroh Lewat Bank Sampah Pesantren
Sigerindo Metro -- Hi. Bambang Iman Santoso Wlai Kota Metro meresmikan peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah yang bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Kota Metro, di Pesantren Bank Sampah, Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Metro Utara, Senin 6/7/26
Peluncuran program tersebut yang bertajuk “Dari Sampah Menuju Umroh”, menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Hasil pengelolaan sampah yang selama ini dipandang tidak bernilai, diharapkan mampu menjadi tabungan yang dapat membantu mewujudkan impian masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh
Smentara itu dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Pesantren Bank Sampah atas inovasi yang terus dikembangkan bersama BNI Kota Metro, serta Pemkot Metro akan senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
“Kami dari Pemerintah Kota Metro senantiasa memberikan dukungan kepada Pesantren Bank Sampah yang telah bekerja sama dengan BNI Kota Metro dalam meluncurkan program yang sangat baik, yaitu pembukaan rekening dengan konsep ‘Dari Sampah Menuju Umroh’ yang merupakan sebuah gagasan dan inovasi yang luar biasa dari pengelola Bank Sampah,” ujarnya
Dirinya berharap,program ini mampu membawa semangat baru di tengah tantangan ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan sebuah ikhtiar yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi investasi ibadah
Bambang Imam Snatoso Wlai Kota Metro menambahkan, peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah bukan sekadar membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, disiplin, serta meningkatkan literasi keuangan sejak dini yang dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk melalui kegiatan memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut, Wali Kota Metro turut memberikan tabungan awal kepada para penggerak Bank Sampah yang telah memiliki rekening. Dirinya juga akan memberikan sejumlah peralatan pendukung, untuk menunjang pengembangan berbagai produk kerajinan hasil olahan sampah jika diperlukan.
Sementara itu, Owner Pesantren Bank Sampah, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa peluncuran rekening nasabah merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola organisasi, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan.
“Hari ini kami meluncurkan rekening yang diawali oleh 30 orang penggerak Pesantren Bank Sampah sebagai wujud komitmen yang telah kami ikrarkan sejak bulan lalu bahwa sudah saatnya pengelolaan Bank Sampah ditata lebih baik, baik secara administrasi maupun produktivitas dan kualitas,”jelasnya.
Menurut Slamet, program tersebut diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang nyata apabila dikelola dengan baik.
Hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual. Sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan,” ungkapnya.
Diakhir pertemuan Slamet juga mengungkap, bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan tegasnya (*Rilis/Toni)
Peluncuran program tersebut yang bertajuk “Dari Sampah Menuju Umroh”, menjadi langkah nyata dalam mengintegrasikan kepedulian terhadap lingkungan dengan peningkatan literasi keuangan masyarakat. Hasil pengelolaan sampah yang selama ini dipandang tidak bernilai, diharapkan mampu menjadi tabungan yang dapat membantu mewujudkan impian masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh
Smentara itu dalam sambutannya, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso, menyampaikan apresiasi kepada Pesantren Bank Sampah atas inovasi yang terus dikembangkan bersama BNI Kota Metro, serta Pemkot Metro akan senantiasa memberikan dukungan terhadap berbagai program yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
“Kami dari Pemerintah Kota Metro senantiasa memberikan dukungan kepada Pesantren Bank Sampah yang telah bekerja sama dengan BNI Kota Metro dalam meluncurkan program yang sangat baik, yaitu pembukaan rekening dengan konsep ‘Dari Sampah Menuju Umroh’ yang merupakan sebuah gagasan dan inovasi yang luar biasa dari pengelola Bank Sampah,” ujarnya
Dirinya berharap,program ini mampu membawa semangat baru di tengah tantangan ekonomi masyarakat, dengan menghadirkan sebuah ikhtiar yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi investasi ibadah
Bambang Imam Snatoso Wlai Kota Metro menambahkan, peluncuran rekening nasabah Pesantren Bank Sampah bukan sekadar membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, disiplin, serta meningkatkan literasi keuangan sejak dini yang dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk melalui kegiatan memilah dan mengelola sampah rumah tangga.
Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut, Wali Kota Metro turut memberikan tabungan awal kepada para penggerak Bank Sampah yang telah memiliki rekening. Dirinya juga akan memberikan sejumlah peralatan pendukung, untuk menunjang pengembangan berbagai produk kerajinan hasil olahan sampah jika diperlukan.
Sementara itu, Owner Pesantren Bank Sampah, Slamet Riyadi, menjelaskan bahwa peluncuran rekening nasabah merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat tata kelola organisasi, baik dari sisi administrasi maupun peningkatan produktivitas dan kualitas pelayanan.
“Hari ini kami meluncurkan rekening yang diawali oleh 30 orang penggerak Pesantren Bank Sampah sebagai wujud komitmen yang telah kami ikrarkan sejak bulan lalu bahwa sudah saatnya pengelolaan Bank Sampah ditata lebih baik, baik secara administrasi maupun produktivitas dan kualitas,”jelasnya.
Menurut Slamet, program tersebut diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa sampah memiliki nilai ekonomi yang nyata apabila dikelola dengan baik.
Hampir seluruh jenis sampah, kecuali limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai jual. Sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan,” ungkapnya.
Diakhir pertemuan Slamet juga mengungkap, bahwa melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan masyarakat, program ini diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan tegasnya (*Rilis/Toni)

